Warga Terlanjur Panic Buying di Aceh Gara-gara Pernyataan Bahlil, Begini Penjelasan Menteri ESDM Soal Stok BBM Sisa 20 Hari

9 hours ago 7
Antrean BBM di Aceh.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Warga di sejumlah daerah memborong Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Aceh. Itu terjadi imbas pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

Bahlil sebelumnya menyebut stok BBM sisa 20 hari. Dampak dari perang Iran-Israel dan Amerika Serikat (AS).

Di Aceh, terjadi kepanikan warga yang menyebabkan stok menipis. Bahkan sejumlah SPBU kosong.

"Kami berharap dari pihak terkait agar segera melakukan pembatasan pembelian BBM, baik itu jenis Pertalite maupun BBM non-subsidi agar kemacetan di jalan raya dan antrean BBM dapat segera berakhir,” kata Deni Setiawan, warga Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, dikutip dari Jawa Pos, Jumat (6/3/2026).

Ia mengatakan dampak dari antrean di SPBU di Aceh Barat telah menyebabkan terganggunya arus lalu-lintas, karena menimbulkan kemacetan panjang di jalan raya. Pertamina dan pemerintah daerah serta aparat penegak hukum, kata dia, harus hadir di setiap SPBU di Aceh Barat, untuk memutus antrean panjang BBM.

Selain itu, kata Deni Setiawan, masyarakat meminta penegak hukum dan pemerintah daerah, agar dapat menindak pedagang eceran BBMyang menjual BBM kepada konsumen dengan harga di atas normal.

"Berikan tindakan edukasi yang tegas kepada mereka," ucapnya.

Deni juga meminta pemerintah daerah agar memberikan edukasi di setiap SPBU di Aceh Barat, agar masyarakat tidak lagi mengantre BBM karena situasi panik.

“Kepanikan ini terjadi karena ada komunikasi pemerintah yang tidak sampai ke masyarakat akibat terganggunya jaringan media sosial, sehingga kepanikan masyarakat nggak bisa dibendung,” katanya.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |