Zine Antara Bulukumba. (IST)
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- SaESA meluncurkan zine berjudul "Antara Bulukumba" pada Kamis, 26 Februari 2026, sebagai bentuk upaya untuk menghadirkan perspektif baru tentang Bulukumba yang selama ini dikenal luas sebagai destinasi wisata, terutama melalui kawasan pesisir seperti Pantai Bira.
Dengan penerbitan ini, SaESA ingin menggeser pandangan publik yang selama ini hanya mengenal Bulukumba sebagai wilayah pariwisata menjadi sebuah ruang kebudayaan yang sarat dengan kehidupan sosial dan praktik keseharian masyarakatnya.
Zine sebagai Medium Alternatif untuk Menjaga Ingatan Kolektif
SaESA menegaskan bahwa zine "Antara Bulukumba" bukanlah media promosi daerah, melainkan sebuah karya yang mengajak pembaca memahami Bulukumba dari sudut pandang kehidupan sosial dan budaya masyarakatnya. Dalam zine ini, berbagai tulisan dikumpulkan mulai dari catatan personal, refleksi sosial, hingga ingatan kampung yang menggambarkan dinamika sosial budaya yang terus berkembang.
Zine sebagai medium alternatif ini diterbitkan secara mandiri tanpa terikat pasar utama atau instansi, berangkat dari keinginan sederhana untuk menyuarakan cerita yang dianggap penting namun terlalu jujur untuk dimasukkan ke dalam media arus utama.
Menjaga Nilai Lokal dan Filosofi Masyarakat Bulukumba
Kehidupan agraria dan maritim menjadi bagian penting dalam membangun identitas masyarakat Bulukumba, di mana aktivitas bertani, melaut, dan menjaga tradisi berlangsung berdampingan. SaESA juga menyoroti nilai-nilai lokal seperti konsep pasang to riolo yang memandang manusia sebagai to kamase-mase atau setara dalam kesederhanaan.
Filosofi mali siparampe tallang sipahua yang menekankan solidaritas dan saling menguatkan dalam kehidupan bermasyarakat juga menjadi landasan refleksi sosial yang diangkat dalam zine ini.

















































