Menu MBG di MI Muhammadiyah Langgar yang viral.
FAJAR.CO.ID, LANGGAR -- Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Langgar resmi menyatakan keluar dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Langgar setelah tidak adanya perbaikan signifikan dalam kualitas makanan selama tiga hari sejak peringatan diberikan.
Keputusan Berdasarkan Aspirasi Wali Murid
Kepala Sekolah MI Muhammadiyah Langgar, Muslihun MPd, menegaskan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan musyawarah dengan para wali murid yang merasakan langsung dampak dari program MBG.
"Kami sudah memutuskan pindah ke SPPG lain," katanya kepada fajar.co.id, Selasa (24/3/2026).
Muslihun menjelaskan bahwa sejak pertama kali menerima program MBG, pihak sekolah telah memberikan peringatan pada tanggal 7 Maret 2026 dan memberi waktu tiga hari untuk perbaikan, namun tidak ada perubahan berarti.
"Tanggal kejadiannya dari semenjak pertama menerima MBG sampai saya memberikan warning tanggal 7 Maret 2026 sampai 3 hari ke depan, tapi tidak ada perbaikan," jelasnya.
Alasan Keluar dari Program MBG
Muslihun membeberkan sejumlah faktor utama yang menyebabkan sekolah keluar dari program tersebut, terutama terkait kualitas menu yang disajikan.
Beberapa masalah yang ditemukan antara lain adanya buah yang busuk, masakan yang tidak matang, rasa makanan yang tidak sesuai seperti pahit dan asam, serta daftar harga yang terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan harga pasar.
Puncaknya, MI Muhammadiyah Langgar secara resmi mengundurkan diri dari SPPG Langgar pada tanggal 11 Maret 2026.
Ucapan Terima Kasih dan Permohonan Maaf
Sebelumnya, pihak MI Muhammadiyah Langgar juga menyampaikan permohonan maaf kepada Yayasan Putra Cendekia dan SPPG Langgar sekaligus mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan selama ini.

















































