Perkembangan Bayi 0–3 Bulan: Panduan Lengkap untuk Orang Tua Baru Mendukung Tumbuh Kembang Optimal

2 hours ago 2
Ibu dan bayi (Ilustrasi/Universitas Airlangga)

FAJAR.CO.ID — Masa 0–3 bulan merupakan fase awal kehidupan yang krusial di mana otak dan tubuh bayi berkembang dengan sangat pesat. Pada periode ini, bayi yang terlihat hanya tidur dan menyusu sebenarnya sedang mengalami perubahan besar yang membentuk fondasi tumbuh kembangnya ke depan. Memahami fase ini menjadi kunci penting bagi orang tua baru untuk mengurangi kecemasan sekaligus memberikan stimulasi yang tepat.

Gambaran Umum Perkembangan Bayi 0–3 Bulan

Fase ini sering disebut sebagai fase newborn atau trimester keempat kehidupan, di mana bayi masih menyesuaikan diri dengan dunia luar setelah 9 bulan di dalam rahim. Pada usia ini, bayi lebih banyak tidur dibanding terjaga, mengandalkan refleks bawaan, sangat membutuhkan kontak fisik dan kedekatan, serta mulai mengenali suara dan wajah orang tua.

Perkembangan Motorik yang Terjadi Secara Bertahap

Pada bulan pertama, gerakan bayi didominasi oleh refleks seperti refleks moro saat kaget, refleks menggenggam, dan refleks mengisap. Kepala bayi belum stabil dan perlu ditopang, sementara tangan sering mengepal dan gerakan tampak belum terkoordinasi.

Memasuki bulan kedua, bayi mulai mengangkat kepala beberapa detik saat tummy time, menggerakkan tangan dan kaki lebih aktif, serta lebih sering membuka telapak tangan. Kontrol otot leher mulai berkembang meskipun masih memerlukan latihan.

Di usia 2–3 bulan, bayi biasanya mampu mengangkat kepala lebih lama saat tengkurap, mulai menopang dada dengan lengan, menendang lebih kuat dan terarah, serta mengikuti objek bergerak dengan mata. Melakukan tummy time 2–3 kali sehari secara bertahap meningkatkan kekuatan otot leher, bahu, dan punggung.

Perkembangan Sensorik dan Penglihatan

Saat lahir, penglihatan bayi masih kabur dengan jarak pandang terbaik sekitar 20–30 cm, yang merupakan jarak ideal saat menyusu. Pada usia 1 bulan, bayi mulai fokus pada wajah, kemudian di usia 2 bulan dapat mengikuti benda bergerak perlahan, dan di usia 3 bulan mulai mengenali wajah orang tua. Bayi sangat tertarik pada wajah manusia dan pola kontras tinggi, menjadikan interaksi tatap muka sangat penting.

Selain itu, pendengaran bayi sudah cukup baik sejak lahir sehingga mereka dapat mengenali suara ibu dan merasa lebih tenang saat mendengarnya.

Perkembangan Sosial dan Emosional yang Membangun Ikatan

Fase ini menandai awal terbentuknya ikatan emosional atau bonding antara bayi dan orang tua. Senyum sosial yang merupakan respons terhadap wajah atau suara biasanya muncul pada usia 6–8 minggu, menandai perkembangan sosial yang baik.

Di usia 2–3 bulan, bayi mulai mengeluarkan suara seperti "Aaa", "Ooo", dan suara cooing lembut. Mereka belajar komunikasi dua arah ketika orang tua merespons suara tersebut, sehingga bayi memahami bahwa suaranya memiliki arti.

Pola Tidur dan Pertumbuhan Fisik

Bayi usia 0–3 bulan tidur sekitar 14–17 jam per hari, namun dalam periode tidur yang pendek dan sering terbangun setiap 2–3 jam untuk menyusu. Bayi belum memiliki ritme siang-malam yang stabil, meski mendekati usia 3 bulan mulai menunjukkan pola tidur yang lebih teratur. Growth spurt biasanya terjadi pada usia 2–3 minggu, 6 minggu, dan sekitar 3 bulan, di mana bayi bisa lebih sering menyusu dan tampak lebih rewel, kondisi yang normal dan bersifat sementara.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |