Tere Liye Kembali Sentil Koperasi Merah Putih: Lu Kira Jualan Semudah Memaksa Orang Makan MBG?

9 hours ago 9
Koperasi Merah Putih di Blok M Jakarta. (Foto: ANTARA)

FAJAR.CO.ID, ​JAKARTA – Penulis kondang sekaligus alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI), Tere Liye, kembali melontarkan kritik pedas terhadap ambisi pemerintah dalam mengelola Koperasi Merah Putih (KMP).

Dalam sebuah pernyataan terbuka di akun media sosialnya, penulis novel "Teruslah Bodoh Jangan Pintar" ini menyoroti model bisnis KMP yang dianggapnya tidak masuk akal dan berisiko membuang anggaran triliunan rupiah.

​Tere Liye menyoroti kontras tajam antara besarnya ambisi dengan realitas di lapangan. Menurutnya, Indonesia adalah satu-satunya negara yang berani membuka 80.000 cabang sekaligus tanpa Feasibility Study (FS) yang jelas.

​"Kamu kira gampang? Hanya di Indonesia, model bisnis belum jelas, FS nggak ada, langsung hajar blas buka 80.000 cabang. Menggelontorkan triliunan, beli puluhan ribu mobil pick-up dari India. Ini sangat mengkhawatirkan," ujar Tere Liye, dikutip Selasa (24/3/2026).

​Proyek "Halu" di Tengah Sepinya Pembeli

​Sebagai bukti, Tere Liye menunjuk salah satu unit percontohan KMP di lokasi strategis, Blok M Hub, yang diresmikan Juli 2025 lalu. Namun, setelah sembilan bulan beroperasi, hasilnya jauh dari kata memuaskan.
​Okupansi Rendah: Pengunjung hanya berkisar 30 orang per hari.

Menurut Tere Liye, KMP biaya operasionalnya jauh lebih besar daripada pemasukan alias tekor. "Kalau ramai, itu biasanya karena ada pejabat datang bawa staf. Begitu mereka pulang, ya sepi lagi," sindirnya.

​Menurut Tere Liye, pemerintah keliru menyamakan program KMP dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Read Entire Article
Rakyat news| | | |