Viral Peluru di Menu MBG Siswa, DPRD Pangkep Siapkan RDP Khusus

13 hours ago 11
Ilustrasi -- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau pekerja di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)

FAJAR.CO.ID, PANGKEP -- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tumampua, Kecamatan Pangkajene, mendadak menjadi perhatian DPRD Pangkep.

Insiden menu bermasalah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut kembali terulang dan dianggap sebagai bentuk kelalaian serius.

Ketua Komisi II DPRD Pangkep, Lutfi Hanafi, memastikan pihaknya akan segera memanggil penanggung jawab dapur SPPG Tumampua untuk dimintai klarifikasi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP).

“Segera kita panggil ke DPRD pihak terkait, untuk RDP, apalagi di SPPG itu juga sebelumnya sudah ada insiden,” ujar Lutfi.

Tidak hanya pihak dapur, DPRD juga berencana menghadirkan Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah, termasuk yang membawahi Kabupaten Pangkep. “Dari BGN wilayah pun akan kita undang untuk hadir,” tuturnya.

Hal ini mencuat setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan dugaan ditemukannya peluru hekter atau stapler dalam menu MBG yang dibagikan kepada siswa SMP Negeri 1 Pangkajene.

Dalam video tersebut, seorang siswa memperlihatkan potongan lauk yang diduga menyatu dengan benda logam tajam sambil berkata, “Ini lihat, menyatu sama tempe. Eh, tahu. Bagaimana ini?”

Kabarnya, makanan tersebut diketahui berasal dari dapur SPPG Tumampua yang selama ini menjadi penyedia MBG bagi sejumlah sekolah di Kecamatan Pangkajene, termasuk SMPN 1 Pangkajene.

Kepala SPPG Tumampua, Mar’atul Islam, mengakui adanya video tersebut. Namun ia menyebut pihaknya baru mengetahui insiden itu setelah rekaman beredar luas.

“Kami masih terus selidiki, karena kami di dapur tidak pakai hekter,” ucap dia.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |