Andi Muhammad Jufri
Oleh: Andi Muhammad Jufri
(Praktisi Pembangunan Sosial)
Dalam cinta, ada emosi yang kuat dan gairah yang romantis. Terpikat dan tertarik oleh rasa suka dan sayang. Memunculkan rasa rindu bersua. Ketika perhatian dan komitmen didapatkan, pengorbanan rela dilakukan .
Imajinasi cinta sering menjadi kata puitis. Chairil Anwar dalam Sajak Putih menggambarkan dalam cuplikan berikut : "Bersandar pada tari warna pelangi, kau depanku bertudung sutra senja. Di hitam matamu kembang mawar dan melati. Harum rambutmu mengalun bergelut senda".
Sementara, Sapardi Djoko Damono dalam puisi " Aku Ingin" terkutip kalimat : "Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu".
Dalam puisi "Kangen", WS Rendra menulis : "Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku menghadapi kemerdekaan tanpa cinta. Engkau telah menjadi racun bagi darahku."
Romantisme tentang cinta sejati terlukis dalam sejarah manusia. Betapa cinta, melahirkan kesetiaan dan pengorbanan, tetapi juga inspirasi. Kisah cinta Shah Jahan dan Muntaz Mahal (India), dikenal kisah cinta pandangan pertama (Tahun 1607). Shah Jahan membangun "mausoleum" terindah untuk istri tercintanya, yang wafat saat melahirkan. Bangunan tersebut dikenal dengan " Taj Mahal", yang merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia.
Kita juga membaca kisah cinta Ratu Mesir (Cleopatra) dan Jenderal Romawi (Mark Antony) yang memilih "mati bersama" dari pada ditangkap. Pengorbanan ekkstrim dilakukan demi pengabdian
Berbagai kisah cinta melegenda dan menjadi cerita fiksi dan diangkat ke layar lebar. Misalnya Rama dan Shinta (India), Romeo dan Juliet (Italia) dan Layla dan Majnun (Arab).
Tentu, kisah Santo Valentinus (pendeta abad ke-3 di Romawi), yang dipenjara dan dieksekusi karena menikahkan pasangan muda secara diam-diam dan menentang larangan Kaisar Claudius II. Santo Valentinus menulis surat cinta "from your Valentine" kepada anak sipir penjara yang dicintainya, sebelum dieksekusi. Kini, peristiwa ini dikenal dengan Hari Valentine (14 Februari).
Kita bersyukur dengan cinta, kehidupan manusia menjadi dinamis, indah dan bermakna. Cinta adalah karunia, anugerah, fitrah, dan nikmat yang maha indah dari-Nya. Dengan cinta, manusia merasakan indahnya hidup, saling menyayangi, dan membangun ikatan.
Ditengah situasi kehidupan negeri dan dunia yang penuh kebisingan, kekerasan, dan semrawutnya pikiran manusia, kita berharap cinta menuntun kita pada kedamaian, kelembutan dan keindahan hidup.
Cinta sejati selain adalah karunia, ia juga merupakan amanah. Cinta perlu dijaga, dirawat dan dijalankan sesuai standard pemberi karunia cinta, Sang Pemberi Cinta, Tuhan Yang Maha Esa, (Allah SWT).
Bagi yang merayakan Hari Valentine (Hari Kasih Sayang), 14 Februari 2026, lalu, teruslah merawat cinta yang sejati, yang membuat hidup lebih hidup, terarah dan indah.
Bagi saudara-saudariku yang baru saja merayakan tahun baru Imlek kami mengucapkan "Gong Xi Fa Cai". Semoga kekayaan, kemakmuran dan cinta semakin tumbuh dan berkembang mengindahkan hidup bagi kita semua.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
















































