Dukungan Prabowo pada KTT Dewan Perdamaian Gaza Tegaskan Posisi Bebas Aktif Indonesia dalam Isu Palestina

12 hours ago 10
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya pada sesi roundtable Business Summit yang digelar di Washington DC, pada Rabu, 18 Februari 2026. Foto: BPMI Setpres/Cahyo

FAJAR.CO.ID - Kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) Gaza yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuai perhatian, terutama karena Israel juga menjadi anggota BoP meski masih melakukan serangan terhadap Palestina.

Ketua DPR sekaligus Ketua DPP PDI-P, Puan Maharani, memberikan pembelaan atas langkah Prabowo tersebut dengan menegaskan bahwa Indonesia tetap menjalankan politik bebas aktif dalam mendukung kemerdekaan Palestina.

"Ya yang pertama, bagaimana kemudian posisi kita, Indonesia, tetap bisa sejalan dengan posisi bebas aktif," jelas Puan dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Puan menegaskan bahwa kehadiran Prabowo di KTT Dewan Perdamaian Gaza bukan tanpa tujuan. Presiden memiliki visi yang jelas untuk mendukung Palestina melalui mekanisme BoP, meskipun terdapat negara yang berseberangan dalam keanggotaan dewan tersebut.

"Kemudian, tentu saja kehadiran Presiden di situ untuk tetap mendukung kemerdekaan Palestina, bagaimana dan seperti apa, saya rasa Presiden sudah memiliki visi untuk bisa mendukung dan menjalankan politik bebas aktif tersebut dalam mewujudkan kemerdekaan Palestina," terangnya.

Ketika ditanya apakah perjuangan Indonesia untuk memerdekakan Palestina menjadi lebih menantang dengan keikutsertaan dalam BoP yang juga diikuti Israel, Puan memberikan jawaban normatif dan menegaskan posisi Indonesia yang konsisten.

"Kan sudah jelas posisi kita, dan Presiden sudah mengatakan Indonesia dalam posisi bebas aktif, namun tetap memperjuangkan kemerdekaan Palestina," katanya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa pasukannya tidak akan bergeser sedikit pun dari posisi mereka di Gaza saat ini, meskipun rencana perdamaian yang diinisiasi oleh Presiden AS Donald Trump telah memasuki fase kedua. Israel tetap mempertahankan "Garis Kuning" di Gaza timur sampai Hamas sepenuhnya melucuti senjatanya.

"Kami tidak akan pernah membiarkan Hamas tetap ada, baik dengan senjata maupun dengan terowongan. Slogannya sederhana: sampai terowongan terakhir," kata Katz dalam konferensi yang diselenggarakan oleh surat kabar Yedioth Ahronoth, Selasa (17/2/2026).

Katz menegaskan bahwa keamanan menjadi prioritas utama di atas jadwal penarikan pasukan yang seharusnya dilakukan secara bertahap sesuai fase kedua rencana perdamaian Trump.

"Kami tidak akan bergerak dari Garis Kuning satu milimeter pun sampai Hamas dilucuti, baik dari senjata, terowongan, maupun hal lainnya," pungkasnya. (fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |