Jejak Sejarah Makkasan di Jantung Bangkok: Kisah Pelarian Pangeran Kerajaan Gowa Daeng Mangalle yang Kini Jadi Destinasi Wisata Dunia di Thailand

3 hours ago 4
Jalan Ratchaprarop di kawasan pemukiman Makkasan mulai ramai dilalui para turis dari berbagai penjuru dunia. (zak/fajar)

FAJAR.CO.ID, BANGKOK - Kala itu senja mulai menguning di langit kota Bangkok. Jalan Ratchaprarop di kawasan pemukiman Makkasan mulai ramai dilalui para turis dari berbagai penjuru dunia. Bisa dibilang jauh lebih banyak turis daripada warga lokal yang melintas di jalan utama kawasan bersejarah ini.

Pusat ekonomi bergeliat di jalan itu. Hilir mudik turis asing terlihat jelas di kawasan yang kini menjadi salah satu destinasi wajib dikunjungi di Bangkok. Ratusan bahkan ribuan lapak-lapak kaki lima berjejer menjajakan jajanan, souvenir, hingga pakaian khas Thailand dengan harga yang variatif. Namun, di balik semua hiruk pikuk modernitas itu, ada sejarah panjang penggunaan nama Makkasan di kawasan tersebut yang tak banyak diketahui wisatawan.

Makkasan di Bangkok, Thailand, adalah kawasan bersejarah yang dinamai berdasarkan komunitas migran Makassar yang menetap di sana pada abad ke-17. Didirikan oleh pangeran Kerajaan Gowa, Daeng Mangalle, sekitar tahun 1664-1669, tempat ini menjadi pemukiman, benteng pertahanan, dan pusat komunitas Muslim Makassar yang dipercaya Raja Narai dari Kerajaan Ayutthaya. Kepercayaan ini lahir dari reputasi orang Makassar sebagai pejuang tangguh dan komunitas yang memiliki integritas tinggi.

Awal mula kehadiran orang Makassar di Bangkok bermula saat mereka berimigrasi dari Sulawesi ke Siam atau Thailand, dibawa oleh rombongan Daeng Mangalle sejak periode Ayutthaya di akhir pemerintahan Raja Phra Narai (1656-1688). Migrasi ini bukan sekadar perpindahan biasa, melainkan pelarian politik yang dipicu konflik internal di tanah kelahiran mereka.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |