Gustavo Franca (dok Arema FC)
FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menjadi saksi bisu runtuhnya ambisi Macan Kemayoran untuk memangkas jarak dengan puncak klasemen. Dalam laga pekan ke-20 Super League 2025/2026, Minggu (8/2/2026), Persija Jakarta dipaksa menelan pil pahit. Alih-alih mengamankan poin penuh, Persija takluk dari Arema FC di kandang sendiri dengan skor telak 0-2.
Kekalahan ini memicu gelombang kritik dari suporter di media sosial. Sorotan tajam tertuju pada narasi "karma instan" dari Hansamu, Rio, dan Franca. Ketiga pemain tersebut merupakan pilar yang baru saja dilepas manajemen Persija pada bursa transfer Januari kemarin, namun justru tampil solid membantu Singo Edan mempermalukan mantan klubnya.
Dominasi Semu Macan Kemayoran
Sejak peluit awal dibunyikan, Persija sebenarnya tampil sangat dominan. Tim asuhan Mauricio Souza menguasai jalannya pertandingan dengan statistik penguasaan bola mencapai lebih dari 60 persen. Serangan bertubi-tubi dilancarkan melalui sisi sayap untuk membongkar pertahanan lawan.
Namun, dominasi tersebut gagal diterjemahkan menjadi gol. Lini belakang Arema FC yang kini dikawal oleh Gustavo Franca dan Hansamu Yama tampil sangat disiplin dan kompak. Setiap peluang tuan rumah selalu mentah sebelum benar-benar mengancam gawang tim tamu. Strategi transisi cepat yang diterapkan pelatih Arema, Marquinhos Santos, terbukti jauh lebih efektif.
Petaka Serangan Balik
Keasyikan menyerang justru menjadi bumerang bagi Persija. Pada menit ke-82, melalui skema serangan balik yang sangat rapi, winger asal Brasil, Gabriel Silva, berhasil memanfaatkan celah di lini belakang Persija yang terlalu tinggi. Dengan kecepatan individu, Silva mencetak gol pembuka yang membungkam puluhan ribu Jakmania.
Memasuki masa injury time, Persija kembali terkulai. Terlalu fokus mengejar ketertinggalan, ruang kosong di pertahanan mereka kembali dieksploitasi oleh Gabriel Silva. Gol kedua Silva menjadi paku terakhir dalam peti mati kekalahan Persija di kandang sendiri.
Sorotan Karma Mantan Pemain
Kekalahan ini terasa sangat ironis bagi pendukung setia Persija. Keputusan manajemen melepas pemain potensial seperti Ilham Rio Fahmi, Hansamu Yama, dan Gustavo Franca ke Arema FC justru berbalik menghantam mereka. Ketiga pemain ini tampil penuh motivasi untuk membuktikan bahwa mereka belum habis.
Situasi di mana mantan pemain kembali menghadapi klub lamanya dan memberikan performa terbaik ini memunculkan narasi "karma" di kalangan suporter. Keputusan melepas mereka dinilai gegabah karena kini Persija justru kesulitan menjaga kedalaman skuat di fase krusial.
Jarak dengan Persib Kian Melebar
Hasil negatif ini berdampak langsung dan signifikan pada posisi Persija di klasemen sementara Super League 2025/2026. Kekalahan ini membuat Macan Kemayoran tertahan di peringkat ketiga dan semakin tertinggal dalam perburuan gelar juara.
Persija kini terpaut 6 poin dari sang rival abadi, Persib Bandung, yang kokoh di puncak klasemen dengan 47 poin. Dengan sisa pertandingan yang kian menipis, misi menyalip Maung Bandung menjadi ujian yang sangat berat bagi pasukan Mauricio Souza.
Sebaliknya, bagi Arema FC, kemenangan manis ini menjadi suntikan moral luar biasa. Singo Edan kini mengoleksi 27 poin dari 20 laga dan mulai menjauh dari zona degradasi.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

















































