Pidato Jokowi di Rakernas PSI Dibilang Hore-hore Terakhir

8 hours ago 23
Pidato singkat Presiden ke-7 RI, Jokowi, dalam forum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Makassar (ist)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pidato singkat Presiden ke-7 RI, Jokowi, dalam forum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Makassar terus menuai reaksi dan perdebatan publik.

Setelah dikritik oleh Amien Rais, kini pidato tersebut juga disorot oleh pegiat media sosial Arya Prasetyo.

Komitmen Jokowi untuk PSI

Arya mengatakan bahwa pidato Jokowi yang menyatakan akan bekerja mati-matian dan habis-habisan untuk memenangkan PSI sebagai sebuah momentum politik penutup dalam perjalanan kekuasaan Jokowi.

“The Last Hurrah of Mr. Jokowi,” ucap Arya dikutip fajar.co.id melalui cuitannya di X (8/2/2026).

Kata Arya, penilaian itu sejalan dengan pandangan Amien Rais yang sebelumnya menguliti pidato Jokowi di Rakernas PSI tersebut.

“Menurut Amien Rais Pidato Jokowi yang akan bekerja mati-matian dan bekerja habis-habisan untuk memenangkan PSI dengan ekspresi marah, itu mungkin merupakan pidato terakhir Jokowi,” Arya menuturkan.

Hore-hote Terakhir Jokowi

Ia kemudian mengutip istilah yang digunakan Amien Rais untuk menggambarkan situasi tersebut.

“Dalam bahasa Inggris disebut sebagai the last hurrah,” lanjutnya.

Arya menafsirkan istilah tersebut sebagai bentuk luapan terakhir dalam perjalanan politik Jokowi.

“Katakanlah sebagai hore-hore terakhir dalam hidupnya,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais, bicara mengenai pidato singkat Jokowi dalam forum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Makassar.

Amien menyebut, pidato Jokowi yang menyatakan akan bekerja mati-matian dan habis-habisan memenangkan PSI sarat dengan emosi negatif dan kegelisahan menghadapi akhir kekuasaan.

Pidato Jokowi di Rakernas PSI

“Saya bisa menyimpulkan pidato itu merupakan ekspresi kemarahan, kegundah gulanan, dan setengah keputusasaan Jokowi membayangkan akhir kehancurannya,” ujar Amien dikutip fajar.co.id, Minggu (8/2026).

Ia bahkan menyebut pidato tersebut berpotensi menjadi penampilan politik terakhir Jokowi di ruang publik.

“Pidato Jokowi yang akan bekerja mati-matian dan bekerja habis-habisan untuk memenangkan PSI dengan ekspresi marah itu mungkin merupakan pidato terakhir Jokowi,” lanjutnya.

Amien mengibaratkan momen tersebut sebagai the last hurrah atau luapan terakhir sebelum berakhirnya sebuah kekuasaan.

Awal Jokowi mencalonkan diri

Tidak berhenti di situ, Amien juga menyinggung motif awal Jokowi ketika mencalonkan diri sebagai presiden.

Ia menilai niat Jokowi sejak awal bukan untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.

“Tidak berlebihan bila saya simpulkan Jokowi yang dulu itu ingin jadi presiden memang niatnya, nawaitunya bukan untuk mengabdi pada bangsa dan negara, bukan. Tetapi untuk menggadaikan,” imbuhnya

Kata Amien, Indonesia digadaikan untuk kepentingan asing dan kepentingan pribadi.

“Menggadaikan Indonesia ke pihak asing dan asing, untuk membangun nepotisme laknat, dan untuk memecah belah bangsa, dan mengumpulkan uang haram sebanyak-banyaknya,” tegasnya.

Jokowi Siap Mati-matian untuk PSI

Saat hadir di Rakernas PSI di kota Makassar, Jokowi juga menyatakan kesiapannya turun langsung membantu partai yang dinakhodai Kaesang Pangarep membangun struktur organisasi.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |