Tangkapan layar - pembagian MBG berupa satu buah kelapa mua
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Palengaan mendadak bikin publik geleng-geleng kepala.
Pemicunya, pembagian satu butir kelapa muda untuk dikonsumsi selama dua hari kepada 2.030 siswa.
Dianggap Tidak Masuk Akal untuk Pemenuhan Gizi Anak
Pegiat media sosial, Jhon Sitorus, turut angkat suara. Ia menganggap kebijakan tersebut tidak masuk akal dari sisi pemenuhan gizi anak.
“Kelapa muda satu butir untuk dua hari? Ini namanya pelecehan kepada rakyat dan anak-anak bangsa,” ujar Jhon kepada fajar.co.id, Minggu (15/2/2026).
Ia mempertanyakan dasar perhitungan gizi dalam pembagian tersebut.
“Hitungan dari mana satu butir kelapa cukup untuk menutrisi anak dalam dua hari?,” lanjutnya.
MBG Perlu Evaluasi
Dikatakan Jhon, program MBG sejatinya memiliki tujuan baik. Namun pelaksanaannya perlu evaluasi menyeluruh agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
“Tolonglah, MBG masih perlu dievaluasi, presiden seharusnya marah dengan kejadian begini bukan mengancam orang-orang kritis,” tukasnya.
Kritik untuk MBG Bukan Kebencian tapi Rasa Peduli
Ia juga menegaskan bahwa kritik yang disampaikan publik bukan bentuk kebencian terhadap program, melainkan bentuk kepedulian.
“Orang-orang kritisi MBG bukan karena benci programnya, tapi karena ulah-ulah pegawai MBG yang melecehkan program MBG itu sendiri,” imbuhnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa program tersebut menggunakan anggaran negara yang bersumber dari pajak rakyat.
“Apalagi, MBG menghabiskan sebagaian besar anggaran pendidikan yang berasal dari pajak rakyat. Maka jangan pandang ini sebagai kebencian tetapi sebagai monitoring,” kuncinya.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:















































