Kapal induk USS Gerald R. Ford - US Navy via AP
FAJAR.CO.ID, TEHERAN -- Mobilisasi infrastruktur militer yang dilakukan ke Timur Tengah terus dilakukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Setelah mengerahkan lebih awal kapal induk USS Abraham Lincoln di Teluk Persia, kini kapal induk USS Gerald R. Ford dan kapal-kapal pengawalnya juga dikerahkan.
Pengerahan ini menandai semakin meningkatnya ketegangan antara Washintong dengan Teheran, meski kedua negara saat ini terlibat dalam putaran negosias. Kendati sejumlah analis meragukan kesepakatan akan tercapai, mengingat kedua pihak sama-sama berkeras pada prinsip masing-masing.
Kapal induk USS Gerald R. Ford dan kapal-kapal pengawalnya sebelumnya ditempatkan di Karibia, kini akan dikirim ke Timur Tengah dan diperkirakan tidak akan kembali ke pelabuhan asalnya hingga akhir April atau awal Mei, demikian disampaikan para pejabat AS kepada New York Times.
Awak kapal diberitahu tentang keputusan tersebut pada hari Kamis, menurut empat pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim karena mereka tidak berwenang untuk berbicara secara terbuka tentang keputusan tersebut.
Berdasarkan perintah baru, kelompok serang kapal induk USS Gerald R. Ford akan bergabung dengan kelompok serang kapal induk USS Abraham Lincoln di Teluk Persia.
Langkah ini merupakan bagian dari kampanye tekanan yang kembali dilancarkan Presiden AS Donald Trump terhadap Iran.
Awal pekan ini, Trump mengindikasikan bahwa ia ingin mengirim kapal induk kedua ke wilayah tersebut, meskipun baik dia maupun Angkatan Laut belum secara terbuka mengidentifikasi kapal tersebut pada saat itu.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
















































