Harga Cabai Melonjak 100 Persen Jelang Ramadan, Pemerintah Ungkap Alasan Ini

13 hours ago 10
Ilustrasi cabai rawit di pasaran. (Dery Ridwansyah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA -- Harga sejumlah komoditas pangan beberapa hari menjelang datangnya bulan suci Ramadan mulai mengalami lonjakan. Tidak tanggung-tanggung, kenaikan ada yang mencapai 100 persen.

Diketahui, Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026 dipastikan berlangsung pada pekan depan.

Sejumlah komoditas di pasar tradisional di Kota Surabaya misalnya mengalami kenaikan harga. Sebut saja salah satunya cabai rawit yang kini harganya sudah tembus Rp85 ribu per kilogram.

Tim Kerja Pengendalian dan Distribusi Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya membenarkan lonjakan harga tersebut, saat melakukan sidak di Pasar Pucang Anom dan Pasar Wonokromo.

"Dari hasil pemantauan di lapangan, yang paling terlihat itu cabai (rawit), dari kisaran Rp40 ribu menjadi sekitar R 80 - 85 ribu per kilogram dalam dua pekan terakhir," ucap Ketua Tim Kerja Pengendalian dan Distribusi BPSDA, Agung Supriyo Wibowo, Jumat (13/2).

Komoditas bawang merah dan telur ayam juga mengalami kenaikan, namun, tidak setinggi cabai.

Kenaikannya masing-masing sekitar Rp5 Ribu per kilogram (bawang merah) dan sekitar Rp3 ribu per kilogram (telur ayam).

Ia menjelaskan, kenaikan harga cabai dipengaruhi oleh faktor cuaca di daerah penghasil, khususnya curah hujan tinggi yang menyebabkan banyak tanaman rusak dan membusuk.

“Untuk cabai memang agak sulit dikendalikan karena dipengaruhi cuaca. Tetapi informasi dari Kementerian Pertanian, Maret nanti diperkirakan ada panen raya nasional, termasuk di Jatim. Semoga harga bisa kembali stabil,” imbuhnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |