Aksi pemboman yang dilakukan Israel terhadap penduduk Gaza - AP
FAJAR.CO.ID, GAZA -- Anggota Kongres AS, Delia Ramirez mendesak Kongres untuk mendukung RUU Blokir Bom yang dia ajukan di tengah genosida Gaza dan meningkatnya kematian warga sipil Palestina.
Delia Ramirez mengecam keras bantuan militer AS yang terus berlanjut kepada Israel di tengah perang yang sedang berlangsung di Gaza, menyatakan bahwa Washington terus terlibat dalam pembunuhan warga Palestina.
“Tidak ada gencatan senjata di Gaza. Bom-bom pasokan AS masih digunakan untuk membunuh warga Palestina,” tulis Ramirez dalam sebuah unggahan di media sosial, sambil membagikan laporan yang menyoroti pembunuhan setidaknya 30 warga Palestina, termasuk anak-anak, dalam serangan udara Israel baru-baru ini meskipun ada klaim gencatan senjata.
RUU Blokir Bom
Ramirez menyerukan kepada Kongres untuk menggunakan wewenang konstitusionalnya atas bantuan militer asing dengan mendukung rancangan undang-undang yang dia usulkan, RUU Blokir Bom.
“Kongres harus menegaskan wewenangnya dan mengakhiri genosida. Kita harus mengesahkan Undang-Undang Blokir Bom saya, yang akan menghentikan penggunaan bom seri MK dan mengakhiri keterlibatan kita dalam kengerian ini,” katanya. “Tidak satu bom lagi, tidak satu dolar lagi, tidak satu alasan lagi.” tandasnya.
Meskipun kritik semakin meningkat, Departemen Luar Negeri AS pekan lalu menyetujui penjualan senjata baru AS ke Israel senilai lebih dari $6,5 miliar, yang dibagi menjadi tiga kontrak utama.
Helikopter Apache dan Kendaraan Taktis
Menurut Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan, kesepakatan terbesar termasuk penjualan helikopter serang AH-64E Apache dan peralatannya senilai $3,8 miliar, dengan Boeing dan Lockheed Martin terdaftar sebagai kontraktor utama.
Penjualan lain yang disetujui termasuk Kendaraan Taktis Ringan Gabungan dan sistem terkait senilai sekitar $1,98 miliar, dengan AM General LLC ditunjuk sebagai kontraktor utama.
Kesepakatan ketiga, senilai sekitar $740 juta, melibatkan paket daya untuk Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja Namer, dengan Rolls-Royce Solutions America sebagai kontraktor utama.
“Penjualan yang diusulkan akan meningkatkan kemampuan Israel untuk menghadapi ancaman saat ini dan di masa mendatang dengan meningkatkan mobilitas pasukan daratnya selama operasi,” kata badan tersebut.
Kritik Kongres yang Meningkat terhadap Peran AS di Gaza
Pemerintahan Biden semakin dikritik karena dukungannya yang tak henti-hentinya terhadap Israel selama perang yang sedang berlangsung di Gaza. Sejak 7 Oktober 2023, perang tersebut telah mengakibatkan kematian hampir 72.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak.
Ramirez adalah salah satu dari beberapa anggota parlemen AS, termasuk Senator Bernie Sanders, yang menyerukan penghentian dukungan militer Amerika. Mereka berpendapat bahwa AS memfasilitasi kematian warga sipil Palestina dan memperdalam bencana kemanusiaan di Gaza melalui transfer senjata dan perlindungan diplomatik.
Pesimis BoP akan Sukses
Mantan Menteri Luar Negeri Indonesia, Dino Patti Djalal sebelumnya menegaskan bahwa piagam BoP yang dibentuk Presiden Amerika Serikat, Donald Trump banyak kejanggalan, tapi karena Indonesia sudah keburu masuk BoP, dia meminta agar pemerintah mewaspadai perilaku Trump dan agenda Israel untuk bungkam Palestina, dan selalu jaga opsi untuk keluar dari BoP.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

















































