Viral video ibu Bhayangkari pamer identitas untuk lolos razia di Bundaran Tugu Juang 2. Riavera Andriani minta maaf setelah dikritik warganet. (kolase)
FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Media sosial mendadak dibuat heboh oleh sebuah video yang memperlihatkan seorang ibu Bhayangkari diduga memanfaatkan identitasnya untuk lolos dari razia lalu lintas. Video tersebut sontak menuai perhatian publik lantaran direkam sambil mengemudi dan diunggah ke berbagai platform media sosial, memicu gelombang kritik dari warganet di seluruh Indonesia.
Dalam video yang beredar luas di media sosial sejak beberapa hari terakhir, perempuan tersebut menceritakan pengalamannya saat diberhentikan petugas kepolisian di kawasan Bundaran Tugu Juang 2. Dengan gaya santai dan penuh percaya diri, ia merekam videonya sambil tetap mengemudikan kendaraan, sebuah tindakan yang kemudian juga menjadi sorotan karena melanggar aturan keselamatan berkendara.
Sambil tetap mengemudi, perempuan itu menyebut sedang terjadi razia oleh Polisi Lalu Lintas (Polantas) di lokasi tersebut. "Guys, ada razia guys di Bundaran Tugu Juang 2. And you know what? Aku diberhentiin," ujarnya dalam video, dikutip fajar.co.id pada Sabtu (7/2/2026).
Nada bicaranya terdengar santai seolah-olah pengalaman diberhentikan razia adalah hal biasa yang tidak perlu dikhawatirkan.
Ia kemudian memperlihatkan kartu identitas Bhayangkari yang dikeluarkannya bersamaan dengan STNK kendaraan kepada petugas razia. Dalam video tersebut, ia menyebut kartu identitas Bhayangkari miliknya sempat terbalik saat ditunjukkan kepada petugas, seakan menekankan bahwa kartu tersebut adalah "kunci" yang membuatnya lolos dari razia.
"Dan aku keluarin ini, sampai kebalik. Ya kan tuh?" katanya sambil memperlihatkan kartu Bhayangkari ke kamera dengan ekspresi yang menunjukkan kebanggaan. Cara ia menceritakan kejadian tersebut seolah-olah menganggap penggunaan kartu identitas Bhayangkari sebagai solusi praktis untuk menghindari proses razia yang lebih lanjut.
Perempuan tersebut juga menggambarkan respons petugas yang menurutnya langsung bersikap lebih ramah setelah melihat identitas Bhayangkari yang ditunjukkannya. "Polantasnya senyum-senyum aja. Oh, Bhayangkari," ucapnya menirukan reaksi petugas, sembari menyebut nama suaminya, Rahmat Walliansen, yang merupakan anggota Kepolisian dengan pangkat Bripka.
Ia menambahkan bahwa petugas sempat menanyakan kelengkapan surat-surat kendaraan, termasuk Surat Izin Mengemudi (SIM), sebagai prosedur standar dalam razia lalu lintas. Namun, karena seluruh dokumen dinyatakan lengkap dan masa berlaku SIM masih panjang, ia pun diperbolehkan melanjutkan perjalanan tanpa ada tindakan lebih lanjut dari petugas.
"Untungnya SIM-nya juga masih hidup dan masih panjang. Jadi aman, kita lolos," ia menuturkan dengan nada lega dan bangga. Pernyataan ini semakin memicu kemarahan warganet yang menganggap bahwa video tersebut menunjukkan adanya privilege atau perlakuan khusus yang bertentangan dengan prinsip kesetaraan di hadapan hukum.
Belakangan diketahui, perempuan dalam video tersebut bernama Riavera Andriani, istri dari Bripka Rahmat Walliansen yang bertugas di jajaran Kepolisian. Identitas ini terungkap setelah video tersebut menyebar luas dan menjadi viral di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, Twitter, dan Facebook.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

















































