Ilustrasi -- Perusahaan nikel di Kelurahan Bahomotete, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali. (MUHAMAD ALI/JAWA POS)
FAJAR.CO.ID,MAKASSAR -- Mantan Ketua DPRD Morowali, Irwan baru saja mengungkap hal yang mengejutkan terkait Nikel di Morowali.
Dalam pernyataannya itu, Irwan mengungkap pengelolaan kekayaan nikel di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Irwan menyebut untuk kekayaan sumber daya alam (SDA) di Morowali itu lebih banyak dinikmati oleh segelintir elite.
Sementara masyarakat lokal justru harus menelan pil pahit, belum merasakan dampak kesejahteraan yang dijanjikan.
Pernyataan tersebut disampaikan Irwan dalam program Rakyat Bersuara, yang membahas isu ketimpangan ekonomi di daerah kaya sumber daya alam.
Fokus ke Kesejahteraan Masyarakat
Irwan menyoroti kondisi masyarakat Morowali yang menurutnya masih jauh dari kata sejahtera.
Yang membuatnya memberikan sorotan keras, karena wilayah Morowali menjadi salah satu pusat industri nikel terbesar di Indonesia.
Irwan menyebut, sejak era pemerintahan Presiden RI ke-7 Joko Widodo, investasi besar-besaran di sektor pertambangan nikel terus mengalir ke Morowali.
Untuk masyarakat sekitar menurutnya, dampak dan manfaat ekonomi dari industri nikel tidak dirasakan secara merata oleh warga Morowali.
“Yang merasakan kesejahteraan hanya elit-elit. Masyarakat Morowali sampai hari ini belum benar-benar merasakan dampak ekonomi dari kekayaan alam yang ada,” kata Irwan, dikutip dari instagram @officialinewstv.
Bahkan, ia mengungkap sudah kurang lebih dari 10 tahun terakhir masyarakat dan pemerintah daerah telah berulang kali menyuarakan tuntutan keadilan
Yang paling dituntut persoalan pembagian hasil tambang dan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

















































