Ahli Baru Muncul di Tengah Polemik Ijazah Jokowi, Ketua Kagama Singgung Bonatua: Jangan Cuma Cari Panggung

8 hours ago 10
Pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi memamerkan salinan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di halaman Kantor KPU RI, Jakarta, Senin (9/2). (DOK JAWA POS)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Polemik ijazah Presiden ke-7, Jokowi, kembali memanas setelah kubu Roy Suryo Cs menghadirkan Bonatua Silalahi sebagai ahli dalam persidangan, Rabu (11/2/2026).

Sebagaimana diketahui, Bonatua sebelumnya menyebut bahwa peneliti bukanlah profesi, melainkan keahlian.

Ia menegaskan, selama menempuh pendidikan S3 atau doktoral, dirinya telah mengambil puluhan SKS mata kuliah penelitian ilmiah.

Baginya, itu menjadi bukti bahwa secara akademik ia adalah seorang peneliti.

Bonatua Berpotensi Memperlambat Proses Hukum

Namun pernyataan tersebut menuai respons dari Ketua Kagama Cirebon Raya, Heru Subagia.

Heru mengatakan, jika temuan baru dari Bonatua dijadikan referensi dalam perkara tersebut, justru berpotensi memperlambat bahkan memundurkan proses hukum yang sedang berjalan.

“Bakal mundur proses hukum bilamana temuan baru dari Bonatua dijadikan referensi baru,” ujar Heru kepada fajar.co.id, Rabu (11/2/2026).

Ia menyinggung fakta bahwa Roy Suryo sebelumnya telah menyimpulkan tingkat kemiripan dokumen ijazah versi KPU dengan data ijazah Jokowi yang diunggah Dian Sandi dari PSI mencapai 98 persen lebih.

“Faktanya Roy sudah menyimpulkan jika ijazah versi KPU tersebut 98 sekian persen sama dengan data ijazah Jokowi yang diupload Sandi PSI,” sebutnya.

Ada Perbedaan antara Roy Suryo Cs dan Bonatua

Lanjut Heru, pendekatan Bonatua juga berbeda dari tim Roy Suryo Cs. Bonatua disebut berasal dari disiplin kebijakan publik, sementara Roy Suryo Cs dikenal memiliki latar belakang digital forensik.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |