Pembelajaran Siswa Selama Ramadan 2026, Menko PMK Tekankan Ini

3 hours ago 2
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti saat rapat tingkat menteri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (4/2/2026). ANTARA/HO-Kemenko PMK

FAJAR.CO.ID, JAKARTRA -- Bulan Ramadan 2026 sudah di depan mata. Menjelang datangnya bulan suci bagi umat Islam tersebut, pemerintah telah mengambil kebijakan terutama terkait dengan sektor pendidikan.

Untuk pembelajaran di sekolah, pemerintah telah menyepakati pengaturan pembelajaran di sekolah selama bulan Ramadan 2026. Proses pembelajaran di sekolah selama Ramadan akan menitikberatkan pada penguatan nilai keagamaan, pembentukan karakter, serta pemenuhan hak belajar peserta didik secara berimbang.

"Ramadan adalah momentum pendidikan karakter. Karena itu pembelajaran kita arahkan untuk memperkuat nilai keagamaan sesuai agama dan keyakinan murid, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial dan kebiasaan positif," ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK ), Pratikno dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) di Jakarta, Kamis.

Momentum Perkuat Imtak dan Akhlak Mulia

Menko Pratikno menegaskan pembelajaran selama Ramadan tidak hanya diarahkan pada aspek akademik, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat iman, takwa, akhlak mulia, serta karakter sosial anak-anak Indonesia.

Dalam pengaturannya, kata dia, pemerintah mendorong penguatan materi keagamaan yang disesuaikan dengan agama masing-masing peserta didik. Sehingga para guru dituntut untuk menyesuaikan materi pengajaran sesuai dengan agama masing-masing siswa.

Bagi murid beragama Islam, lanjutnya, kegiatan dapat berupa tadarus Alquran, pesantren kilat, kajian keislaman, serta aktivitas lain yang mendukung penguatan iman, takwa, dan akhlak mulia.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |