Ustaz Felix Siauw Beri Respons soal Pertemuan MUI dengan Presiden Prabowo yang Bahas BoP

3 hours ago 2
Ustaz Felix Siauw. Foto: Instagram/@felixsiauw

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pendakwah muda, Ustaz Felix Siauw bicara dan memberi komentarnya terkait bergabung Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board Of Peace).

Apalagi, setelah pertemuan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pertemuan MUI dan Presiden Prabowo diketahui bahwa yang jadi pembahasan utama dipertemuan ini soal Dewan Perdamaian (Board Of Peace).

Wakil Ketua Umum MUI, KH Muhammad Cholil Nafis di saat yang bersamaan menanyakan langsung kepada Presiden Prabowo bahwa MUI ragu-ragu terkait Indonesia dapat berperan banyak di dalam Dewan Perdamaian.

Netanyahu Tak Akui Palestina

Sebab MUI melihat bahwa pendiri Dewan Perdamaian adalah Donald Trump, kemudian yang mendukungnya adalah Netanyahu.

"Dan Netanyahu ini tidak mengakui terhadap kemerdekaan Palestina, dan kita Indonesia secara keyakinan bahwa tidak boleh ada perbudakan di muka bumi ini, dan konstitusi kita mengatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa," ujarnya.

"Saya khawatir Indonesia ini menjadi men-legitimator terhadap gerakannya Trump dan Netanyahu," tuturnya.

Sementara itu, Ustaz Felix Siauw punya pandangan pribadi usai terjadinya pertemuan ini.

Catatan Penting Ustaz Felix

Lewat salah satu unggahan di media sosial Instagram pribadinya, Sang Ustaz membagikan empat poin penting.

Empat poin ini terkait pendapatnya soal pertemuan MUI dengan Presiden dan persoalan bergabung BoP.

“Reaksi MUI yang wait and see setelah ketemu presiden,” kata Ustad Felix Siauw diunggahannya.

  1. Definisi "Perdamaian" bagi Trump - US dan Netan - IL udah jelas. Mereka sekomplotan penjahat perang yang gak mau kedaulatan atau kemerdekaan Palestina, kalau itu berarti Israel harus hengkang dari situ.
  2. Ulama dan MUI hanya diminta legitimasinya, bukan diajak pertimbangan, karena keputusan sudah dibuat Presiden Prabowo. Persis sama dengan Trump yang udah mutusin semuanya tanpa pertimbangan anggota BOP lain, dan yang lain harus nurut sama dia. Artinya nggak ada kesetaraan Indonesia dan US dalam BOP. Apalagi Israel masih dilibatkan secara istimewa.
  3. Kalau ada harus dan paling terlibat, ya orang Palestina, yang punya tanah. Yang nggak diikutsertakan dalam pembahasan bagaimana harusnya harapan dan keinginan mereka.
  4. Apa arti penjajahan? Merebut kebebasan, menentukan nasib yang dijajah. Itulah definisi BOP Aku menghormati MUI dan ulama, tapi maaf aku harus berbeda dalam pandangan BOP ini Tidak ada kompromi bagi penjajahan.

"Karena aku khawatir, besok-besok semua akan berpikir: Kalau kita kuat atau punya backing US, maka kita bisa ambil tanah orang lain tanpa konsekuensi. Aku gak mau normalisasi kejahatan,” tuturnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |