IYE Sebut Desakan Pergantian Kapolri Sangat Politis

2 hours ago 9
Ketua Indonesia Youth Epicentrum (IYE) atau Pusat Perkumpulan Pemuda Indonesia sekaligus analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Desakan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencopot Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo belakangan ini makin kencang disuarakan sejumlah tokoh. Termasuk salah satunya tokoh reformasi, Amien Rais.

Narasi tersebut juga mengemuka di ruang publik dan disampaikan sejumlah tokoh seperti Abraham Samad dan Said Didu usai bertemu Presiden RI, Prabowo Subianto pada Jumat (30/1/2026).

Merespons berbagai desakan agar presiden mencopot kapolri itu, Ketua Indonesia Youth Epicentrum (IYE) sekaligus analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung angkat suara. Dia menilai narasi yang menyebut reformasi Polri baru akan nyata jika disertai pergantian Kapolri merupakan pandangan yang keliru dan cenderung politis.

Nasky menilai langkah Presiden Prabowo yang membuka dialog dengan kelompok yang dipersepsikan sebagai “oposisi” justru mencerminkan kedewasaan kepemimpinan dan semangat persatuan nasional. Menurutnya, Presiden tidak bersikap defensif terhadap kritik, melainkan membuka ruang diskusi secara langsung.

“Presiden Prabowo sebagai panglima tertinggi mendengarkan semua kritik dan saran. Namun hanya kritik yang rasional, objektif, dan berorientasi pada kepentingan publik yang layak dijadikan dasar kebijakan strategis nasional, bukan kritik yang didasari dendam pribadi atau bernuansa politis terhadap institusi Polri,” ujar Nasky dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Reformasi Polri Bukan soal Figur

Nasky menegaskan, persoalan utama Polri tidak terletak pada siapa yang menjabat Kapolri, melainkan pada tata kelola organisasi, mekanisme pengawasan, budaya institusi, serta konsistensi penegakan supremasi hukum.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |