Danantara Gaet Mantan PM Thailand, Madu atau Racun?

1 week ago 15
Jajaran pimpinan Badan Pengelola Investasi Nasional Daya Anagata Nusantara (Danantara)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Danantara baru saja mengumumkan susunan manajemennya. Nama-nama beken turut meramaikan manajemen Danantara. Sebut saja Ray Dalio, begawan investasi dari Bridgewater, Jeffrey Sachs pengamat ekonomi dan geopolitik dari Columbia University, hingga mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra. 

Keberadaan Danantara sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF) nasional menjadi menarik karena nampaknya pemerintah Indonesia mengandalkan Danantara sebagai instrumen strategis jangka panjang untuk mengoptimalkan pengelolaan aset negara.

Menurut keterangan pemerintah, Danantara kelak tidak hanya mengonsolidasikan pengelolaan tujuh BUMN besar—seperti Pertamina, PLN, Telkom, MIND ID, BRI, BNI, dan Bank Mandiri—tetapi juga akan menyalurkan investasi ke sektor-sektor strategis seperti renewable energy, artifical intelligence, dan ketahanan pangan.

Terhadap hal ini, Center for Market Education (CME) turut menaruh perhatian besar terhadap Danantara. Betapa tidak, portofolio yang terdiversifikasi secara optimal – sesuai dengan prinsip modern portfolio theory – dapat menjadi sarana pengelolaan risiko investasi.

Langkah ini, jika diimbangi dengan tata kelola yang transparan dan independen, dapat membantu meredam tekanan pasar jangka pendek dan mengarahkan modal ke proyek-proyek global yang menjanjikan.

Dengan dukungan awal sebesar USD 20 miliar yang dialokasikan melalui pemotongan anggaran, Danantara digadang-gadang akan menjadi mesin dividen yang dapat mendukung pembangunan ekonomi nasional secara berkelanjutan. 

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |