Dituduh Korupsi Terkait Penunjukan Penyedia Layanan Haji, Dahnil Anzar: Kami Siap Mubahalah

1 day ago 15
Dahnil Anzar Simanjuntak.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Layanan jemaah haji reguler 1447 H/2026 M yang hanya menggunakan dua syarikah sebagai penyedia, kini memicu polemik di media sosial.

Bahkan, muncul tuduhan terhadap Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, bermain dalam proses penetapan penyedia layanan tersebut.

Menanggapi tudingan tersebut, Dahnil menegaskan tidak ada praktik permainan ataupun intervensi dalam proses seleksi. Dia menyebut dirinya dan Gus Irfan siap menempuh mubahalah untuk membuktikan integritas mereka.

“Kalau saya dan Gus Irfan ada permainan atau korupsi dalam penunjukan dua syarikah, kami siap mubahalah. Kita mubahalah saja,” ujar Dahnil saat membuka Mukernas Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (FK KBIHU) di Jakarta, Selasa, 25 November 2025.

Dahnil menjelaskan bahwa mubahalah merupakan sumpah di bawah Alquran yang mempertemukan penuduh dan tertuduh. Dalam prosesi itu, pihak yang berbohong siap menerima laknat Allah SWT dan penderitaan di dunia maupun akhirat.

“Kalau percaya Tuhan, kita mubahalah saja. Kami yang menderita dunia akhirat atau Anda yang menuduh kami yang menderita dunia akhirat,” katanya, menegaskan.

Menurut Dahnil, langkah ini menjadi bentuk kesungguhan Kemenhaj dalam menjaga transparansi pada setiap keputusan strategis, termasuk proses pemilihan syarikah yang melibatkan banyak pihak.

Dahnil memastikan tidak ada cawe-cawe atau upaya mengatur penunjukan dua syarikah tersebut. Ia menjelaskan bahwa ratusan syarikah mengikuti lelang di Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah untuk menjadi penyedia layanan jamaah haji 2026.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |