FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Memasuki periode krusial hari besar keagamaan nasional (HBKN), Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Polda Sulsel dan Bulog resmi memperkuat sinergi melalui pembentukan Tim Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Mutu, dan Keamanan Pangan.
Langkah ini diambil guna mengantisipasi lonjakan harga dan praktik spekulasi yang kerap meresahkan masyarakat menjelang Ramadan, Idulfitri, hingga Nyepi dan Imlek. Tim ini akan bergerak di bawah komando langsung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel.
Fokus Pengawasan: 12 Komoditas Utama
Dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Bulog Sulsel, Rabu (4/2/2026), Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, M. Ilyas, menegaskan bahwa cakupan pengawasan tahun ini jauh lebih luas dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Bukan cuma beras lagi. Kami pantau 12 pangan utama termasuk jagung, daging, cabai, hingga bawang merah. Semua komoditas yang menjadi kebutuhan dasar warga masuk dalam radar Tim Saber,” ujar Ilyas.
Sanksi Tegas Menanti Pelanggar
Tim Saber tidak hanya sekadar memantau, tetapi juga memiliki kewenangan eksekusi. Melibatkan Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan instansi terkait, pemerintah tidak segan-segan menjatuhkan sanksi bagi distributor atau pedagang nakal yang nekat menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Jenis Tindakan Tegas:
- Sanksi Administratif: Peringatan keras bagi pelanggar ringan.
- Pencabutan Izin: Bagi distributor yang terbukti memainkan pasokan dan harga.
- Pidana: Tindakan hukum langsung oleh Polda Sulsel jika ditemukan unsur pelanggaran pidana pangan.
Gerakan Pangan Murah Masuk ke Kecamatan
Selain fungsi pengawasan, Pemprov Sulsel juga menyiapkan solusi preventif melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini akan dilakukan secara masif mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga menyentuh level kecamatan.
“Tujuannya jelas, masyarakat harus bisa mengakses pangan dengan harga terjangkau di tengah meningkatnya permintaan pasar,” tambah Ilyas.
Ke depannya, Tim Saber juga direncanakan menggandeng Dinas Perhubungan untuk memastikan kelancaran distribusi logistik dan Dinas Peternakan guna memantau stabilitas harga pakan ternak di Sulawesi Selatan.(*)
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

















































