Sentuhan Marmer dan Estetika Tenun Sulsel Pukau Pengunjung INACRAFT 2026

3 hours ago 13

​FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Keelokan kriya batu alam dan kemewahan wastra Sulawesi Selatan resmi menyapa dunia dalam ajang The 26th Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026. Bertempat di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, booth Sulawesi Selatan langsung menjadi magnet bagi pengunjung sejak hari pertama pembukaan, Selasa (4/2/2026).

​Dibuka oleh Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming Raka, pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara tahun ini mengusung tema “Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft”. Tema ini dirasakan sangat relevan bagi Sulawesi Selatan yang membawa misi pemberdayaan melalui komunitas perempuan pengrajin.

Fokus Utama: Kriya Marmer dan Inovasi Wastra

​Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Dekranasda Sulsel kali ini tampil lebih spesifik dengan menonjolkan dua sektor unggulan:

  • Kriya Batu Alam: Memanfaatkan kekayaan sumber daya marmer lokal yang disulap menjadi produk dekorasi rumah bernilai seni tinggi.
  • Wastra Tenun Eksklusif: Menampilkan koleksi terbaru dari komunitas Designer Olah Tenun (DOT), yang menyatukan tradisi tenun dengan tren fesyen modern.

​“Tahun ini persiapan kami sangat matang. Produk yang hadir di sini adalah hasil kurasi ketat dari 24 kabupaten/kota di Sulsel,” ujar Sukarniaty Kondolele, Koordinator Kurasi Produk Dekranasda Sulsel.

Mengejar Pengakuan Internasional dan Indikasi Geografis

​Keikutsertaan Sulsel di INACRAFT 2026 bukan sekadar urusan transaksi dagang. Wakil Ketua Harian Dekranasda Sulsel, Melani Simon Jufri, menegaskan bahwa target utama mereka adalah perlindungan kekayaan intelektual dan ekspansi pasar.

​"Sesuai arahan Ketua Dekranasda Sulsel, Ibu Naoemi Octarina, tujuan kami adalah memastikan produk lokal meraih pengakuan Indikasi Geografis (IG). Kami ingin produk Sulsel tidak hanya laku, tapi juga diakui secara legalitas dan kualitas di level internasional," tegas Melani.

​Produk-produk asal "Butta Panrita Lopi" ini harus bersaing berdampingan dengan peserta dari mancanegara seperti India, Korea Selatan, hingga Polandia. Melani optimis, dengan kualitas yang dibawa, Sulsel mampu membawa pulang penghargaan terbaik di ajang ini.

Undangan Terbuka bagi Penggemar Kriya

​Bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya yang ingin melihat langsung proses pengolahan batu alam menjadi karya seni atau mengoleksi kain tenun otentik, booth Sulawesi Selatan akan tetap hadir hingga 8 Februari 2026.

​Pameran ini menjadi kesempatan emas untuk mendukung UMKM lokal agar tetap eksis di tengah tren desain global yang kian kompetitif.(*)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |