Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama mantan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla dalam kegiatan kerja bakti massal di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (8/2/2026). ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta/am.
FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung enggan masuk gorong-gorong. Tak sekadar kebetulan, dia mengungkapkan alasannya.
Peristiwanya saat aksi kerja bakti massal di Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Berlangsung pada Minggu, 8 Februari 2026.
Saat itu, Pramono bersama Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) terlibat kerja bakti. Keduanya nampak menggunakan topi dengan kasual.
JK mengenakan kemeja polo warna putih berlogo Palang Merah Indonesia (PMI). Sementara Pramono menggunakan kemeja polo warna oranye dengan luaran abu-abu.
Di sela-sela kerja bakti, Pramono mengatakan dirinya bisa saja masuk gorong-gorong bersama JK. Namun enggan dilakukan.
"Tadi, saya sambil bercanda sama Pak JK 'Pak JK, kita ini dibesarkan dalam teknokrasi. Pasti Pak JK dan saya tak mau masuk gorong-gorong, tapi yang bekerja adalah pikiran dan otaknya'. Pak JK ketawa," kata Pramono.
Pramono yang berdiri tepat di samping Jusuf Kalla itu mengatakan bahwa dirinya bisa saja masuk ke dalam gorong-gorong, namun risikonya akan ditertawai wartawan.
"Sekali-sekali Gubernur DKI, masuk gorong-gorong, saya mau aja Pak, tapi nanti wartawan malah kaget, kalau saya masuk gorong-gorong," ujar Pramono berkelakar.
Enggan Jadi Jokowi Jilid II?
Di media sosial, aksi Pramono itu jadi buah bibir. Pramono dibanding-bandingkan dengan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Terutama saat Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta. Jabatan sama yang disandang Pramono saat ini.
Tidak hanya itu, Pramono juga kader PDIP. Di saat yang sama kala Jokowi jadi Gubernur DKI Jakarta, dia juga berstatus sebagai kader PDIP.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

















































