Ilustrasi Prajurit TNI -- Antara
FAJAR.CO.ID, TEL AVIV -- Dinas Rahasia Israel, Mossad menyoroti rencana Pemerintah Indonesia untuk mengirim prajurit TNI ke Gaza, Palestina. Dalam akun resminya di media sosial X, Mossad dengan tegas menyatakan bahwa mandat pasukan internasional adalah melucuti senjata Hamas.
"Tidak ada pasukan internasional yang boleh memasuki Gaza kecuali mandat utamanya adalah melucuti senjata Hamas," begitu bunyi pernyataan Mossad di akun media sosialnya dikutip, Selasa (10/2).
Dia menegaskan, selain mandat melucuti senjata Hamas, Mossad menyatakan bahwa keberadaan pasukan internasional berisiko mengulangi bencana UNIFIL di Lebanon.
"Para pengamat menyaksikan teroris mempersenjatai diri kembali. Pasukan penjaga perdamaian menjadi perisai manusia, kelompok teroris semakin kuat di bawah situasi stabil," tambahnya.
Tuding hanya Lindungi Teroris
Mossad juga menyinggung sikap Hamas selama ini yakni tidak akan bersedia dilucuti senjatanya, tetapi mempersenjatai dirinya kembali, merekrut anggota, hingga memperketat kendali atas kehidupan sipil.
Dia menegaskan, tidak dapat membangun perdamaian di atas rezim jihadis bersenjata yang tujuan nyatanya adalah penghancuran Israel.
"Menjaga perdamaian tanpa perlucutan senjata bukanlah menjaga perdamaian. Ini adalah perlindungan bagi teroris. Tidak satu pun pasukan darat yang menginjakkan kaki di Gaza tanpa perlunya pelucutan senjata Hamas," tandasnya.
Indonesia Sudah Siapkan Prajurit
Sebelumnya, pemerintah Indonesia memastikan kesiapan pengiriman prajurit TNI ke Gaza, Palestina.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

















































