Kekerasan di Minnesota, Donald Trump Dukung Penyelidikan yang Adil

18 hours ago 19
Presiden AS Donald Trump. ilustrasi Foto: Mandel Ngan/AFP

FAJAR.CO.ID, MINNESOTA -- Menghadapi meningkatnya kecaman atas operasi penegakan hukum imigrasi federal di Minnesota, Presiden AS Donald Trump pada hari Senin mengubah pendekatannya, mengirimkan kepala pengawas perbatasan untuk mengawasi situasi dan melunakkan nada publiknya terhadap Gubernur Tim Walz.

Perubahan pesan ini mencerminkan tekanan yang semakin besar pada pemerintahan setelah agen federal membunuh dua warga negara AS dalam insiden terpisah di Minneapolis, dengan insiden terbaru menargetkan Alex Pretti, yang kematiannya pada akhir pekan telah meningkatkan pengawasan terhadap tindakan keras Trump.

Pemerintahan Trump telah menghadapi kecaman bipartisan atas pengerahan ribuan agen imigrasi ke Minnesota. Operasi yang diluncurkan awal bulan ini telah memicu protes massal, kritik di Kongres, dan peringatan tentang kemungkinan penutupan pemerintah.

Hingga Senin, Trump berulang kali menyalahkan Walz dan pejabat Minnesota lainnya atas kekerasan tersebut. Tetapi nada presiden berubah setelah panggilan telepon dengan gubernur.

Dalam sebuah unggahan di media sosial, Trump mengatakan bahwa Walz "senang Tom Homan akan pergi ke Minnesota," merujuk pada mantan direktur ICE dan penasihat Gedung Putih saat ini. Trump mengumumkan bahwa Homan akan bertindak sebagai perwakilan pribadinya untuk mengawasi operasi ICE di negara bagian tersebut.

Langkah ini menandai perubahan dari retorika Trump sebelumnya, di mana ia secara terbuka menuduh Walz membiarkan kerusuhan setelah penembakan Alex Pretti dan penembakan fatal terhadap warga Minneapolis lainnya, Renee Good, awal bulan ini.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |