Penjual es jadul yang videonya viral, ternyata sering kelaparan.
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Nama institusi Polri dan TNI kembali tercoreng akibat ulah segelintir oknumnya.
Kali ini, seorang tukang es kue jadul atau es gabus bernama Sudrajat (50 tahun) didatangi oleh anggota Bhabinkamtibmas dan anggota Babinsa di tempat jualannya wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Sabtu (24/1/2026).
Saat itu, Sudrajat dituduh menjual es gabus berbahan dasar spons. Bahkan, kejadian itu sengaja diabadikan dengan rekaman video.
Dalam video yang beredar, es gabus jualan Sudrajat diremas oleh anggota Babinsa sehingga cairannya tumpah ke lantai, lalu sisa es—yang dituduh sebagai spons—dijejalkan ke mulut Sudrajat.
Namun, alih-alih ada spons, es itu justru dimakan dengan aman oleh Sudrajat.
Pun, beberapa aparat dari Tim Dokkes ikut memeriksa di lokasi itu juga telah memastikan bahwa es tersebut layak dikonsumsi dan tidak mengandung zat berbahaya.
Akibat kejadian itu, Sudrajat yang menceritakan momen itu kepada awak media mengaku kini menjadi ketakutan dan tidak berani lagi berjualan ke Kemayoran.
Alhasil, video yang viral itu mendapat sorotan tajam dari warganet. Banyak yang kembali memviralkannya sembari mengkritik tindakan aparat.
Salah satunya tampak pada unggahan akun Rey Mukti di Facebook. Dia menceritakan bahwa setelah kejadian itu, Sudrajat mendapat kompensasi dan uang ganti rugi dari aparat.
Meski demikian, akun itu kembali menyindir "Enak banget ya pakai uang langsung selesai masalah. Tapi bagaimana menurut kalian?" tanya pemilik akun.
"Itulah konoha. Orang miskin gak akan dihargai kecuali lagi pemilihan," balas warganet di kolom komentar.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:















































