Sinergi Ditingkatkan, Beasiswa ‘Berani Cerdas’ Ditarget Tepat Sasaran

5 hours ago 9
Pertemuan antara pihak Unhas dan Pemprov Sulteng membahas soal beasiswa. (IST)

Fajar.co.id, Makassar -- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Universitas Hasanuddin (Unhas) sepakat mempererat kolaborasi.

Fokusnya, memastikan program beasiswa daerah bernama "Berani Cerdas" untuk mahasiswa asal Sulteng benar-benar sampai ke tujuan.

Pertemuan untuk membahas hal ini digelar di Gedung Rektorat Unhas, Selasa (3/2/2026).

Dari pihak Pemprov, hadir Kepala Dinas Pendidikan Drs. Firmanza DP, S.H., M.Si. Unhas mengirimkan sejumlah pejabat kunci: Sekretaris Rektor Dr. Sawedi Muhammad, S.Sos., M.Sc., Direktur Kemahasiswaan Abdullah Sanusi, Ph.D., dan Dekan Fakultas Vokasi Prof. Dr. Ir. Muh. Restu, M.P.

Abdullah Sanusi mengungkapkan, animo pelajar Sulteng untuk kuliah di Unhas terus naik dari tahun ke tahun. Tak sedikit dari mereka yang sudah menikmati beasiswa dari kampus atau mitranya.

“Unhas menyambut baik penguatan sinergi ini dan berharap ke depan dapat terwujud berbagai bentuk kerja sama lainnya yang saling menguatkan,” tuturnya.

Ia juga menyoroti sejumlah program andalan kampus. Ada fast track, misalnya, yang memungkinkan mahasiswa meraih gelar magister hanya dalam lima tahun. Di sisi lain, Unhas telah punya jalur rekrutmen khusus dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang berlokasi di Sulawesi Tengah. Kerja sama ini jelas bertujuan menyiapkan lulusan agar lebih siap kerja.

Tantangan Akuntabilitas dan Anggaran Fantastis

Namun begitu, di balik niat baik itu ada tantangan nyata. Menurut Firmanza, saat ini ada 288 mahasiswa penerima beasiswa Sulteng yang aktif di Unhas. Masalahnya, pemantauan dan pertanggungjawaban atas penerima beasiswa itu masih kerap menemui kendala.

“Kami diutus Gubernur untuk menyelesaikan kendala tersebut, sehingga kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi sangat penting untuk memastikan program beasiswa berjalan tepat sasaran dan terkelola dengan baik," jelasnya.

Program "Berani Cerdas" sendiri skalanya cukup besar. Anggarannya mencapai Rp90 miliar, dialokasikan untuk lebih dari 23 ribu mahasiswa asal Sulawesi Tengah yang tersebar di hampir 400 perguruan tinggi se-Indonesia. Angka yang tidak main-main.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |