MOROWALI, 19 November 2025 – Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) tidak hanya menjadi pusat industri manufaktur yang membuka ribuan lapangan kerja, tetapi juga menjadi katalisator bagi pertumbuhan wirausaha di Kabupaten Morowali. Kehadiran IMIP telah mengubah Morowali menjadi sentrum ekonomi kerakyatan, menarik minat ribuan pelaku usaha lokal maupun pendatang untuk jeli memanfaatkan peluang bisnis yang ada.
Data dari Departemen HR PT IMIP pada September 2025 mencatat, terdapat 86.804 tenaga kerja yang beraktivitas di dalam kawasan industri. Hal ini menciptakan pasar yang besar dan beragam, membuka peluang bagi berbagai sektor usaha, mulai dari kuliner, akomodasi, hingga jasa.

Kisah Sukses Wirausahawan di Morowali
Kasmir (29), seorang pemuda asal Bulukumba, Sulawesi Selatan, adalah salah satu contoh sukses wirausahawan yang berhasil menangkap peluang ini. Dengan modal hobi memasak yang ditekuni sejak SMP, Kasmir membuka rumah makan "Rica" di Keurea, Kecamatan Bahodopi. Sebelumnya, Kasmir sempat bekerja sebagai karyawan di dalam kawasan IMIP sambil menjajakan katering dan aneka kue sebagai sampingan. Dengan berani, ia beralih profesi dan kini rumah makan "Rica" mempekerjakan empat karyawan dengan omzet lebih dari Rp50 juta per bulan. "Selagi masih muda dan belum ada tanggungan, kenapa takut mencoba. Kalau gagal, masih bisa bangkit lagi, " ujarnya dengan optimis.
Kadar Usman (65), warga Desa One Ete, Kecamatan Bungku Pesisir, juga berhasil memanfaatkan peluang bisnis di Morowali. Jauh sebelum kawasan IMIP berkembang pesat, Kadar melihat adanya kebutuhan hunian sementara bagi para pendatang. Dengan modal hasil penjualan kendaraan pribadi dan pinjaman bank, Kadar membangun penginapan pertamanya di Desa Keurea. Kini, "Penginapan SKP" telah berkembang menjadi tiga cabang di Keurea dan Kecamatan Bungku Pesisir, dengan total lebih dari 100 kamar. Omzet yang diperoleh mencapai Rp100 juta hingga Rp150 juta per bulan.
Fitri (29) dan adiknya, Adrian (26), juga melihat peluang bisnis di sektor jasa. Mereka mendirikan usaha salon "King Mbohu" pada tahun 2022 di Keurea. Dengan layanan pangkas rambut dan perawatan rambut, "King Mbohu" berhasil meraup untung besar dan menambah cabang usaha. Jumlah pelanggan setiap hari mencapai 30-50 orang, didominasi oleh karyawan, termasuk TKA asal China.
HIPMI Morowali Dorong Pertumbuhan UMKM
Ketua Dewan Pembina BPC HIPMI Morowali, Mohammad Sadhak Husain ZA, mengakui bahwa masyarakat di lingkar kawasan IMIP memiliki kepekaan tinggi terhadap peluang bisnis. Untuk memperkuat ekosistem UMKM, HIPMI Morowali menjalankan program pendampingan dan fasilitasi usaha. Selain itu, HIPMI berkolaborasi dengan beberapa perusahaan tenant di kawasan IMIP untuk memasok bahan pangan dan kebutuhan usaha lokal. "Kerja sama ini mengacu pada Peraturan Menteri Investasi/Kepala BKPM Nomor 1 Tahun 2022 mengenai kemitraan antara usaha besar dan UMKM di daerah, " kata Sadhak.
HIPMI Morowali berencana untuk lebih intens melakukan pendampingan, terutama bagi calon pengusaha muda. Program yang akan dijalankan meliputi lokakarya prospek usaha baru, pelatihan pemasaran digital, hingga edukasi keamanan transaksi daring.
"Kami melihat potensi besar di Morowali. Dengan pendampingan yang tepat, UMKM lokal dapat berkembang dan menjadi tulang punggung perekonomian daerah, " pungkas Sadhak.
Tentang IMIP
Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) adalah kawasan industri terpadu yang terletak di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. IMIP menjadi rumah bagi berbagai industri, terutama industri pengolahan nikel. Kehadiran IMIP telah memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian Morowali, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan sektor UMKM.

















































