Rupa-rupa PR Camat se-Makassar Usai Dilantik: Persampahan, PKL, hingga Parkir Liar

12 hours ago 11
Pelantikan Camat se Makassar

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR — Sebanyak 13 camat di Makassar dilantik pada Jumat, 7 Februari 2025. Itu hanya titik awal, berbagai rupa pekerjaan rumah (PR) telah menanti.

Tiap camat punya PR-nya masing-masing. Di Kecamatan Manggala, dihadapkan dengan dua persoalan utama, banjir dan persampahan.

Banjir di Manggala nyaris seperti program kerja. Tiap tahun, biasanya datang dua kali.

Persoalan sampah tak kalah meresahkannya. Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah satu-satunya di Makassar ada Manggala.

Masalahnya kompleks, mulai dari bau sampah yang menyengat, hingga truk sampah yang lalu-lalang dan kerap antre di sepanjang Jalan Tamangapa.

“Problem kita di Manggala itu penanganan banjir dan sampah,” kata Camat Manggala, Ahmad kepada fajar.co.id.

Di musim hujan seperti sekarang ini, dua persoalan itu makin meresahkan. Musim hujan berarti banjir makin berpotensi, dan masalah sampah menjadi momok: seperti makin bau.

Ahmad mengakui itu semua bukan hal mudah dibereskan. Perlu kolaborasi antar sektor.

“Jadi ke depannya kita, bagaimana kolaborasi setiap kelurahan dengan stakeholdernya itu bisa bekerja sama,” ujar Ahmad.

Di Kecamatan Panakkukang, masalah utamanya lain lagi. Persoalan parkir di wilayah didominasi pertokoan itu satu di antara berbagai persoalannya.

Parkir liar menjamur di Panakkukang. Ada pula parkir yang sebenarnya resmi, tapi melanggar ketentuan, seperti menggunakan bahu jalan.

Selain masalah parkir, Pedagang Kaki Lima (PKL) juga menjadi masalah. Di sejumlah jalan protokol yang berada di Panakkukang, banyak seliweran PKL yang menggunakan trotoar dan pedestrian untuk membuka lapak.

Camat Panakkukang, Syahril menyadari persoalan itu. Namun dia tak mampu sesumbar mengungkap jawabannya untuk mengatasi masalah tersebut.

“Kami akan komunikasikan dengan seluruh stakeholder yang ada,” kata Syahril.

Bakal Dievaluasi Enam Bulan ke Depan

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin usai melantik 13 camat, memberi penekanan. Agar pejabat yang dilantik dapat bertanggung jawab.

Di dalam pengerahannya, dia memberi pesan khusus kepada 13 camat. Padahal, dalam pelantikan itu ada 109 orang yang dilantik dengan jabatan berbeda.

“Saya berharap camat yang baru ini, camat yang mampu melebih kemampuan kinerja camat sebelumnya,” kata pria yang karib disapa Appi itu.

Appi mengatakan, dirinya memberi waktu enam bulan kepada camat yang baru dilantik. Itu akan menentukan nasib para camat di jabatannya.

“Waktu kita uji coba selama enam bulan,” terangnya.

Dia mengultimatum, camat yang berkinerja tidak bagus akan diganti.

“Setelah enam bulan, rapornya bagus, tinggal. Tidak bagus, kita mohon maaf. Banyak yang antre ingin mengisi posisi ini,” pungkasnya.

Nama-nama Camat dan Pergeserannya

Nyaris seluruh jabatan camat mengalami perubahan pada mutasi kemarin. Hanya Camat Kepulauan Sangkarrang, Andi Asdhar yang tetap di posisi semulanya.

Munafri mengatakan ada sejumlah alasan Camat Sangkarrang tak diganti. Salah sarunya karena letaknya yang berada di kepulauan, mengharuskan untuk adaptasi.

"Orang baru belum tentu juga beradaptasi," ujar Munafri.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |