Dukungan Penuh Golkar untuk Diplomasi Bebas Aktif Prabowo di AS: Momentum Strategis Indonesia di Panggung Dunia

10 hours ago 10
Idrus Marham

FAJAR.CO.ID — Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Washington DC, Amerika Serikat, bukan sekadar agenda kenegaraan biasa, melainkan representasi komitmen bangsa Indonesia dalam mengukuhkan politik luar negeri bebas aktif yang kuat dan strategis. Dalam momentum ini, Indonesia menunjukkan peran aktifnya sebagai kekuatan penyeimbang di kancah global dengan pendekatan diplomasi yang matang dan terukur.

Dukungan Golkar untuk Diplomasi Bebas Aktif

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Luar Negeri, Idrus Marham, menegaskan dukungan penuh partainya terhadap langkah Presiden Prabowo dalam menjalankan politik luar negeri yang "mengalir tetapi tidak hanyut." Idrus menjelaskan bahwa Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, telah menginstruksikan seluruh kader untuk mendukung kebijakan politik luar negeri Presiden.

"Kalau mau diperhitungkan di percaturan global, Indonesia jangan pernah main setengah-setengah! Sekali maju, maju terus!" kata Idrus saat ditemui, menegaskan pentingnya langkah diplomasi yang tegas dan luwes.

Strategi Diplomasi dan Peran Moral Indonesia

Menurut Idrus, politik luar negeri Indonesia sejak merdeka selalu dijalankan tanpa setengah hati, dengan karakter bebas-aktif yang luwes dan tegas. Indonesia menyadari perannya sebagai kekuatan moral dunia yang dapat menjembatani perbedaan dan mendorong dialog konstruktif antarnegara di tengah lanskap geopolitik global yang rapuh dan terkotak-kotak.

"Dan Presiden berangkat bukan semata-mata karena 'undangan' tapi lebih dari itu, ada 'amanah' mulia sebagaimana pembukaan UUD 1945: ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Jadi ada moral force, di situ!" jelasnya.

Agenda Kunjungan dan Harapan Nasional

Presiden Prabowo bertolak ke Washington DC pada Senin (16/2/2026) didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk membahas penguatan hubungan kedua negara serta kerja sama strategis di berbagai bidang.

Selain itu, Prabowo juga akan menghadiri pertemuan perdana Board of Peace (Bo) atau Dewan Perdamaian untuk Gaza serta menandatangani kesepakatan terkait tarif impor Amerika Serikat. Kunjungan ini menjadi simbol kebanggaan nasional bahwa Indonesia tidak hanya mampu menjaga kedaulatan dalam negeri, tetapi juga berkontribusi aktif menciptakan tatanan dunia yang lebih adil dan damai.

Nilai Pancasila dan Nasionalisme dalam Diplomasi

Idrus menegaskan bahwa politik bebas aktif yang dijalankan Prabowo berakar pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Secara konseptual, kebijakan ini sejalan dengan ideologi bangsa dan secara strategis membuka ruang komunikasi dengan berbagai negara tanpa kehilangan jati diri nasional.

"Bebas aktif itu artinya kita berkomunikasi dengan siapa saja, membawa gagasan dan keyakinan kita sendiri. Mengalir, tetapi tidak hanyut. Itu yang sedang dijalankan Pak Presiden," beber Idrus.

Harapan Golkar untuk Diplomasi Indonesia

Golkar memandang langkah Prabowo dalam menghadiri forum internasional sebagai strategi diplomasi yang matang. Idrus menambahkan bahwa sudah saatnya Indonesia tidak hanya menjadi penonton di panggung global, melainkan aktor yang diperhitungkan dan mampu menjembatani kepentingan berbagai pihak tanpa kehilangan prinsip dan jati diri.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |