Versi Pelaku vs Korban Berbeda, Polisi Dalami Motif Pembusuran di Makassar

10 hours ago 10
Tangkapan layar video yang saat ini viral

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Terduga pelaku pembusuran di Jalan Ade Irma Nasution, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, tak berkutik saat diringkus Polisi.

Berdasarkan informasi yang didapatkan fajar.co.id, terduga pelaku yang diringkus Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar pada Selasa (17/2/2026) malam itu berinisial A (18).

Korban Dilarikan ke RS

Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar, AKP Hamka, mengatakan bahwa korban berinisial RP (18) harus dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Daya usai terkena busur pada bagian wajah.

"Jadi kronologinya, menurut pelapor bahwa korban melintas di TKP kemudian dibusur oleh pelaku di bagian wajah," ujar Hamka, Rabu (18/2/2026) malam.

Pengakuan Berbeda

Dikatakan Hamka, terduga pelaku saat diamankan menyatakan bahwa sebelum terjadi pembusuran, korban dan teman-temannya terlebih dahulu melakukan penyerangan.

"Dan akhirnya pelaku melakukan serangan balasan menggunakan anak busur panah yang sebelumnya digunakan korban menyerang duluan," tandasnya.

Polisi Dalami Motif Sebenarnya

Mendapatkan dua keterangan berbeda, Hamka menegaskan bahwa pihaknya saat ini sementara melakukan pendalaman mengenai motif sebenarnya.

"Inilah motif yang kami akan dalami, berhubung korban masih perawatan intensif sehingga kami menunggu kondisi korban membaik," kuncinya.

Diserang saat Pulang Kerja

Menurut keterangan keluarga, korban saat itu baru saja pulang kerja sebelum tiba-tiba diserang oleh OTK.

Usai kejadian, korban yang terkena pada bagian wajah langsung dilarikan ke RS Daya untuk mendapatkan penanganan medis.

Pihak keluarga yang diketahui telah membuat laporan resmi pun berharap agar pihak Kepolisian segera meringkus terduga pelaku.

Dalam video yang beredar, nampak korban yang berbaring di RS mengeluh kesakitan.

"Iya nak, di manako kenna nak, di manako kenna?," ucap perempuan yang diduga ibu korban dalam video.

Janji Kapolda Sulsel

Sejak pertama kali menginjakkan kaki di Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, langsung menegaskan bahwa tidak ada tempat yang aman bagi para pelaku kejahatan.

Ia betul-betul ingin menghadirkan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya, tanpa memikirkan kemungkinan adanya tindakan kriminal yang menghantui.

"Kami tidak akan mentolerir semua terkait kejahatan jalanan dan yang lain yang terjadi di masyarakat,” ujar Djuhandhani di Mapolda Sulsel, Kamis (13/11/2025) lalu. (Muhsin/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |