Gempa Berkekuatan 6,4 Magnitudo Guncang Pacitan, Rusak Rumah Warga, Tak Berpotensi Tsunami

13 hours ago 10
Ilustrasi gempa megathrust. (Jawapos)

FAJAR.CO.ID, PACITAN -- Gempa bumi berkekuatan 6,4 magnitudo mengguncang perairan selatan Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026) dini hari sekitar pukul 01.10 WIB.

Guncangannya dilaporkan terasa hingga berbagai wilayah di Jawa Timur, bahkan sampai ke Surabaya dan sepanjang Pantura. Meski dikonfirmasi sebagai gempa jenis megathrust, BMKG memastikan kejadian ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Mekanisme Naik di Kedalaman Dangkal

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan karakteristik gempa pagi itu. Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan naik atau thrusting dengan kedalaman yang relatif dangkal.

"Gempa Pacitan tadi pagi jenis gempa Megathrust yang tergambar dari mekanisme sumbernya yang berupa pergerakan naik (thrusting) dengan kedalaman dangkal," jelasnya kepada wartawan.

Namun begitu, dia langsung menenangkan publik. Faktornya adalah magnitudonya yang tidak mencapai angka kritis. "Patut disyukuri bahwa gempa Pacitan ini tidak mencapai magnitudo 7,0. Karena jika itu terjadi dapat berpotensi tsunami," sambung Daryono.

Pacitan, Simpul Kerumunan Sumber Gempa

Lokasi Pacitan memang kompleks secara geologis. Daerah ini berdekatan dengan sumber gempa megathrust Jawa. Belum lagi, dasar laut selatannya dipenuhi sumber gempa sesar aktif. Daryono menambahkan lapisan kerumitan lain.

"Di bawah Pacitan di kedalaman menengah 60-300 km ada zona bennioff tempat gempa-gempa dalam lempeng (intra-slab) terjadi," ungkapnya.

Di sisi lain, aktivitas susulan pascagempa utama tampak mereda. Data yang tercatat semuanya di bawah magnitudo 5. "Dan tampak melemah sehingga kecil kemungkinan terjadi susulan yang lebih besar dari gempa utama pagi dini hari tadi. Masyarakat gak perlu khawatir," tandasnya menegaskan.

Guncangan Terasa hingga Jember, BPBD Masih Pantau Kerusakan

Dampak guncangan ternyata menjangkau wilayah yang cukup jauh. Kepala BPBD Jember, Edi Budi Susilo, mengonfirmasi gempa tersebut terasa di kabupatennya. Timnya masih melakukan pemantauan untuk mendeteksi kemungkinan kerusakan bangunan.

"Berdasar estimasi peta guncangan, gempa bumi dirasakan sebagian warga Jember di dalam ruangan dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang," kata Edi seperti dilansir Antara.

Informasi yang dihimpun fajar.co.id, sedikitnya 15 rumah warga di lima kecamatan mengalami kerusakan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan melaporkan bahwa data kerusakan tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi terus bertambah seiring proses asesmen di lapangan.

Pada pukul 13.50 WIB, tingkat kerusakan bangunan yang terdata bervariasi mulai dari skala ringan hingga sedang. “Datanya masih terus bergerak. Kami masih mengumpulkan informasi dari seluruh wilayah kecamatan,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Erwin Andriatmoko.

Hingga berita ini diturunkan, situasi secara umum terkendali. Masyarakat diimbau tetap waspada namun tidak panik, mengingat potensi tsunami telah dikesampingkan dan aktivitas gempa susulan cenderung menurun. (bs-sam/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |