UIN Alauddin Makassar Pecahkan Rekor Nasional Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah

7 hours ago 12
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, Prof. Abd Rasyid Masri (Foto: Muhsin/fajar)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, memuji UIN Alauddin Makassar yang memecahkan rekor nasional dalam kegiatan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah (Mandiri).

Hal itu diungkapkan Puji saat membuka kegiatan Sertifikasi Angkatan III (Mandiri) di Sultan Alauddin Hotel and Convention, Jumat (6/2/2026) malam.

"Alhamdulillah, terimakasih pak Dekan Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Alauddin Makassar memecahkan rekor nasional, dalam tiga bulan dengan peserta lebih dari 200 orang," ujar Puji yang bergabung melalui daring.

Dikatakan Puji, pencapaian itu merupakan sesuatu yang luar biasa. Sebab, menunjukkan semangat, kepercayaan dan motivasi dari masyarakat untuk mengikuti ritme komunikasi.

"Di mana bimbingan jemaah umrah luar biasa di Indonesia Timur. Ini luar biasa, pesertanya dari Indonesia timur seluruhnya," Puji menuturkan.

"Ini menunjukkan bahwa semua yang hadir di sini yang hadir di sini punya militansi yang luar biasa dalam penyelenggaraan haji dan umrah," tambahnya.

Kolaborasi Jadi Kunci

Pelaksana Pembimbing Manasik Haji dan Umrah yang juga Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, Prof. Abd Rasyid Masri, menyebut keberhasilan tersebut tidak lepas dari kuatnya kolaborasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan.

“Kenapa bisa terlaksana tiga kali dalam kurun waktu yang sangat singkat, itu artinya kolaborasi kemitraan dengan Kanwil haji dan umrah di Sulsel berjalan sangat baik. Saling memperkuat, saling bersinergi, dan alhamdulillah betul-betul terlaksana,” ujar Prof. Abd Rasyid, Jumat malam.

Ia menjelaskan, jumlah peserta pada setiap angkatan bervariasi. Angkatan pertama diikuti 90 peserta, angkatan kedua 100 peserta, sementara angkatan ketiga diikuti 65 orang.

Menurutnya, jumlah tersebut bukan karena minimnya peminat, melainkan pertimbangan efisiensi waktu.

“Kali ini cuma 65 karena kita percepat. Kalau kita kasih mundur lagi waktunya tentu akan mencapai itu. Tapi kita melihat akan memasuki bulan suci Ramadan, maka jauh lebih bagus kita selesaikan sebelum Ramadan,” jelasnya.

Prof. Abd Rasyid menegaskan percepatan pelaksanaan juga berkaitan dengan padatnya agenda menjelang Ramadan dan musim haji.

“Ini termasuk efisiensi waktu. Apalagi nanti menghadapi Ramadan, masa pendaftaran haji, dan persiapan haji. Kegiatannya sangat padat,” sebutnya.

Ia bahkan menyebut UIN Alauddin Makassar menjadi yang tercepat secara nasional dalam pelaksanaan sertifikasi pembimbing haji dan umrah sejak berdirinya Kementerian Haji dan Umrah.

“Dari seluruh Indonesia, setahu saya kami yang paling cepat. Tiga kali. Di Wali Songo itu baru pertama dan baru terlaksana kemarin, beda satu hari dari hari ini. Sementara kami sudah tiga kali. Artinya speed-nya tiga kali lipat,” ungkapnya.

Meski demikian, pihaknya sepakat untuk memberikan jeda sebelum melanjutkan sertifikasi berikutnya.

“Ada kesepakatan secara tidak langsung antara saya dan Pak Kanwil, mungkin kita kasih jeda dulu. Sekitar bulan 10 supaya recovery dan menyelesaikan tugas-tugas lain,” imbuhnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |