Timnas Indonesia
FAJAR.CO.ID,JAKARTA -- Musim kompetisi Super League 2025/2026 seperti jadi musim dimana ramainya pemain keturunan yang bergabung.
Sejak awal musim Super League 2025/2026 invasi pemain keturunan Indonesia sudah mulai terlihat.
Di awal musim ada beberapa nama pemain yang bergabung seperti Thom Haye, Eliano Reijnders bersama Persib Bandung.
Lalu ada Rafael Struick bersama Dewa United, Jens Raven di Bali Unitec dan Jordi Amat bersama Persija Jakarta.
Kemudian dibursa transfer paruh musim ini, gelombang kedua invasi pemain keturunan itu kembali datang.
Nama-nama pemain diaspora ini secara silih berganti diumumkan oleh klub-klub Super League sebagai rekrutan baru untuk putaran kedua Super League musim ini.
Sebut saja nama-nama pemain seperti Dion Markx bersama Persib Bandung lalu ada Shayne Pattynama dan Mauro Zijlstra bersama Persija Jakarta.
Terbaru Ivar Jenner
Terbaru, ada pemain keturunan lainnya yaitu Ivar Jenner yang diumumkan akan menyusul Rafael Struick bergabung dengan Dewa United.
Pemain berusia 22 tahun itu didatangkan dari klub Belanda FC Utrecht, dan diproyeksikan menjadi bagian penting dalam memperkokoh lini tengah Dewa United pada paruh musim ini.
Ivar diperkenalkan oleh Dewa United di masa deadline bursa transfer paruh musim pada Jumat (6/2).
Ivar mengungkapkan bahwa keputusannya bermain di Liga Indonesia diambil melalui pertimbangan matang.
“Sebelum memutuskan bermain di Liga Indonesia, saya sempat berdiskusi dengan Rafael, yang merupakan sahabat dekat saya. Dia menyampaikan bahwa Liga Indonesia merupakan kompetisi yang baik,” kata Ivar
“Bagi saya saat ini yang terpenting adalah mendapatkan menit bermain. Karena itu, saya mengambil langkah ini agar bisa tampil secara reguler bersama tim utama, sebelum kembali ke Belanda atau melanjutkan karier di negara Eropa lainnya setelah musim berakhir,” jelasnya.
Pemain Diaspora Indonesia tak Laku di Eropa?
Dengan ramainya invasi pemain keturunan Indonesia yang bergabung ke Super League pertanyaan baru kini muncul.
Apa yang jadi alasan pemain-pemain yang sebelumnya berkarier di Eropa itu mengalihkan destinasinya ke Indonesia.
Secara kualitas Liga Indonesia jika dibandingkan tempat mereka berkarier sebelumnya bisa dikatakan kalah jauh.
Dan kebanyakan pemain-pemain diaspora ini bergabung ke tim Super League karena alasan kurang menit bermain di klub sebelumnya.
Alasan ini bisa jadi salah satu kesimpulan bahwasanya pemain keturunan kita kalah saing atau bahkan kesulitan untuk melanjutkan karier di Eropa.
Ini juga bisa jadi sesuatu yang bermacam-macam, entah karena tidak ada lirikan dari tim Eropa lainnya atau secara kualitas pemain kita masih tertinggal.
Hanya saja, masih ada nilai positif yang bisa ditarik dengan bergabung pemain-pemain diaspora ini ke Super League.
Diantara respon dari pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak yang juga berhasil mendatangkan beberapa pemain diaspora.
Menurutnya, proses tersebut dilakukan sesuai aturan yang berlaku dan melalui seleksi ketat dari PSSI.
“Lihat, pemain naturalisasi dipilih oleh PSSI karena mereka punya darah dan garis keturunan yang normalnya membuat mereka bisa bermain untuk Indonesia,” ujar Bojan
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

















































