Negosiasi Nuklir Iran dengan AS di Tengah Ketegangan Tinggi di Timur Tengah

14 hours ago 11
Personel Angkatan Darat IRGC mengawal rudal Iran yang siap diluncurkan - AP

FAJAR.CO.ID, TEHERAN -- Kepala bagian kepentingan Iran di Mesir, Mojtaba Ferdowsipour, menekankan bahwa negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat di Oman pada 6 Februari akan fokus sepenuhnya pada isu nuklir.

Dalam wawancara dengan media Saudi Al-Hadath pada hari Jumat, Ferdowsipour mengatakan, “Telah berulang kali diumumkan oleh Iran, Menteri Luar Negeri, dan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi bahwa satu-satunya masalah yang dibahas selama negosiasi hari Jumat [antara Iran dan Amerika Serikat] adalah masalah nuklir,” tandasnya.

Ia menambahkan, “Pada tahap ini, fondasinya adalah hasil yang diperoleh dari negosiasi ini. Tentu saja, selama negosiasi nuklir, diskusi dapat dilakukan mengenai berbagai topik dan usulan,” kata Ferdowsipour.

Negosiasi Berlangsung di Muscat

Seperti yang diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, putaran baru negosiasi nuklir antara Iran dan Amerika Serikat akan berlangsung pagi ini di Muscat.

Putaran perundingan nuklir ini berlangsung di tengah peningkatan kekuatan militer AS di kawasan tersebut dan ancaman serta klaim yang ditujukan kepada Iran, yang mengancam keamanan regional.

Republik Islam Iran duduk di meja perundingan dengan AS sambil mengingat pengalaman pahit dari lima putaran perundingan sebelumnya dengan Washington, yang pada akhirnya dihentikan oleh serangan militer rezim Israel dan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran. Oleh karena itu, masalah kepercayaan tetap menjadi tantangan paling signifikan bagi Iran dalam putaran perundingan ini.

Kepercayaan Pemimpin Tertinggi pada Abbas Araghchi

Ali Shamkhani, Perwakilan Pemimpin Revolusi Islam untuk Dewan Tertinggi Pertahanan Nasional, menekankan dalam sebuah pesan bahwa Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, dipercaya oleh para pengambil keputusan tingkat tertinggi.

Shamkhani menulis dalam sebuah unggahan di akun media sosialnya, "Dr. Abbas Araghchi adalah negosiator yang terampil dan strategis yang dipercaya oleh para pengambil keputusan tingkat tinggi serta lembaga militer dan intelijen," ujar Shamkhani.

Ia menambahkan bahwa para prajurit bangsa Iran di Angkatan Bersenjata, berdiri bahu-membahu dengan para jenderal diplomasi dan di bawah komando Panglima Tertinggi, tidak akan menyia-nyiakan upaya apa pun untuk melindungi kepentingan bangsa.

Pembicaraan Menlu Mesir dengan Direktur Jenderal IAEA

Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty dan Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi telah membahas perkembangan terbaru dalam program nuklir Iran dan potensi jalur untuk melanjutkan negosiasi.

Menurut jaringan berita Lebanon Al Mayadeen pada hari Jumat, Abdelatty melakukan percakapan telepon dengan Grossi mengenai program nuklir Iran.

Kedua pihak membahas cara-cara untuk meredakan suasana tegang saat ini dan menekankan perlunya pengekangan regional.

Abdelatty memberi tahu Grossi tentang konsultasi dan komunikasi ekstensif negaranya dalam beberapa minggu terakhir yang bertujuan untuk melanjutkan dialog antara Iran dan Amerika Serikat.

Ia juga menyoroti pentingnya melanjutkan upaya regional dan internasional untuk mengurangi ketegangan dan mempromosikan solusi diplomatik dan politik.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |