Respon Kritis Dino Patti soal BoP, Sebut Bukan Solusi Terbaik tapi ada Celah untuk Kemerdekaan Palestina

14 hours ago 10
Dino Patti Djalal

FAJAR.CO.ID,JAKARTA -- Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal memberi pernyataan dan komentar kritis soal Board of Peace (BoP).

Dimana, Indonesia jadi salah satu negara yang memutuskan bergabung di Board of Peace (BoP) bentukan Donald Trump itu.

Dalam pernyataannya di media sosial X pribadinya, Dino Patti menaruh curiga dan menyebut BoP ini punya sesuatu yang mencurigakan.

Waspadai Perilaku Trump dan Agenda Israel

Dirinya yang mengaku sudah berbicara dengan Presiden Prabowo Subianto soal posisi ini, mengaku tetap menaruh waspada dan Pemerintah juga sependat dengan hal tersebut.

“Posisi saya mengenai Board of Peace sama sekali tidak berubah: Piagam BoP banyak kejanggalan, tapi krn 🇮🇩 sudah keburu masuk BoP, waspadai perilaku Trump dan agenda Israel utk bungkam Palestina, dan selalu jaga opsi untuk keluar dari BoP,” katanya dikutip Jumat (6/2).

“Setelah diskusi dgn Presiden, posisi ini tetap saya pegang, dan dalam bbrp hal ternyata posisi Pemerintah🇮🇩 juga sejalan dgn posisi ini,” ungkapnya.

20 Poin Rencana

Ia kemudian tegas mengatakan bahwa BoP yang sebelumnya disebut sebagai satu-satunya tetap menjadi sebuah fakta baginya.

Dino beralasan hadirnya 20 poin rencana dan BoP ini masuk dalam skema tersebut sebagai upaya untuk melakukan gencatan senjata.

“Mengenai ucapan saya bhw “BoP satu-satunya opsi saat ini”, ini adalah fakta di lapangan. Sampai saat ini, hanya ada 20-point plan dan BoP sbg satu2nya kesepakatan utk upaya gencatan senjata, dan yg didukung Dewan Keamanan PBB,” paparnya.

“Hanya ini. Belum ada solusi lain dari Uni Eropa, Rusia, Tiongkok, atau negara2 Arab. Negara2 Arab juga mendukung 20-point plan dan BoP. Ini tidak berarti BoP adalah solusi terbaik, dan tidak juga solusi permanen — hanya berarti pada saat ini merupakan satu2nya upaya gencatan senjata yg ada,” sambungnya.

Bukan Solusi Terbaik dan Permanen

Dino menegaskan bahwa BoP bukan solusi terbaik dan bukan solusi permanen.

Ia menyebut dukungan terhadap BoP bersifat pragmatis, karena belum ada alternatif konkret lain yang ditawarkan aktor internasional utama.

“Mengenai ucapan saya bhw Presiden mengambil pendekatan yang “realistis” mengenai BoP, ini berarti Presiden memahami keterbatasan 🇮🇩 ikut terjun dlm konflik yg sangat rumit, sehingga 🇮🇩 scr strategis dan taktis harus berbaris dgn 7 negara muslim lainnya,” paparnya.

“Realistis” juga berarti Presiden sadar tidak ada jaminan BoP akan berhasil, bahkan kemungkinan gagal,” lanjutnya.

Tidak Terlalu Optimis Keberhasilan BoP

Ia pun mengakui bahwa dirinya tidak terlalu optimistis terhadap keberhasilan BoP.

Hanya saja, untuk situasi seperti ini menurutnya masih ada celah yang harus diperjuangkan untuk mendapatkan kemerdekaan Palestina.

“Dlm suasana sekarang, maaf, saya tidak terlalu optimis BoP akan berhasil. Tapi dalam Resolusi DK PBB 2803, dlm butir 2, ada secuil peluang yg membawa hembusan angin untuk Palestina merdeka. Angin itu pasti akan dihadang Israel, makanya angin itu perlu kita hembuskan terus, melalui BoP dan jalur2 lain seiring waktu,” tuturnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |